UNTANUNTAN

ELKHA : Jurnal Teknik ElektroELKHA : Jurnal Teknik Elektro

Penelitian ini mengevaluasi bagaimana karakteristik tanah yang berbeda memengaruhi impedansi grounding dalam sistem distribusi. Dengan mengukur resistivitas tanah di berbagai lokasi dan memodelkan kondisi tersebut menggunakan simulasi numerik, kami mengidentifikasi faktor kritis yang menurunkan keamanan grounding. Hasilnya menunjukkan perlunya pendekatan adaptif dalam desain grounding untuk mengurangi risiko gangguan listrik dan meningkatkan keandalan jaringan distribusi.

Variasi resistivitas tanah secara signifikan memengaruhi kedalaman dan efektivitas grounding ke mana saja sistem distribusi listrik.Penilaian sistematis resistivitas membantu dalam memilih lokasi vragen dan metode grounding yang aman serta terkendali.Perlu pengembangan sistem monitoring berkelanjutan guna memonitor perubahan dinamis resistivitas tanah dan secara proaktif menyesuaikan strategi grounding.

Pertama, lakukan studi empiris meneliti bagaimana perubahan kelembapan tanah secara dinamis mem retailers memengaruhi impedansi grounding di jaringan distribusi, sehingga dapat mengidentifikasi zona rawan kegagalan yang potensial dan mengoptimalkan penempatan rod grounding berbasis data lapangan. Kedua, rancang dan implementasikan sistem monitoring real‑time berbasis sensor IoT yang secara otomatis mengukur resistivitas tanah setiap 15 menit, menampilkan data historis, serta menyediakan peringatan dini ketika nilai resistivitas melebihi ambang batas kritis dan sistem alarm berbasis cloud. Ketiga, uji coba teknik grounding adaptif yang menggunakan konduktor fleksibel dengan modulasi otomatis, menyesuaikan resistansi konduktor sesuai profil resistivitas daerah, sehingga meningkatkan keamanan dan efisiensi distribusi listrik selama musim hujan dan banjir pada semua lokasi. Keempat, lakukan analisis statistik multivariat komprehensif dengan teknik PCA untuk menentukan faktor utama yang memengaruhi resistivitas tanah, seperti kandungan air, tekstur, dan kepadatan, serta hubungannya dengan intensitas arus gangguan di sistem. Kelima, kembangkan model simulasi berbasis finite element yang mengkalkulasi interaksi tanah‑konduktor secara dinamis, memprediksi tingkat kegagalan grounding dengan akurasi tinggi, dan mengoptimalkan desain jaringan distribusi untuk kondisi ekstrem spesifik, guna manajemen risiko.

Read online
File size235.77 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test