UNIVPGRI PALEMBANGUNIVPGRI PALEMBANG

Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya PerairanJurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan

Kepiting bakau merupakan komoditas perikanan bernilai tinggi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor, dengan permintaan yang terus meningkat setiap tahunnya (KKP 2024). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C dan A dalam pakan terhadap pertumbuhan berat mutlak dan berat spesifik kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian dilakukan selama 30 hari, pada bulan April – Mei 2025 di CV. Elitism, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 3 perlakuan dan 3 pengulangan. Perlakuan A penambahan pakan ikan rucah vitamin C, perlakuan B penambahan pakan ikan rucah vitamin A, dan perlakuan C tidak ada penambahan vitamin (kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pertumbuhan berat mutlak pada masing-masing perlakuan adalah perlakuan A (80 g), perlakuan B (75 g), dan perlakuan C (40 g) dengan demikian penambahan ikan rucah dengan vitamin C merupakan nilai tertinggi pada perlakuan A. Nilai pertumbuhan berat spesifik (SGR) pada masing-masing perlakuan adalah, perlakuan A (0.805 %), perlakuan B (0.809 %), dan perlakuan C (0.433 %), dengan nilai tertinggi didapatkan pada penambahan vitamin A pada perlakuan B. Hasil uji statistik dengan menggunakan One Way Anova menunjukkan bahwa nilai Ftabel > Fhitung (4.25 > 3.16) pada taraf 5% (0,05). Dengan demikian maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan atau tidak ada pengaruh nyata dari perbedaan perlakuan penambahan pakan ikan rucah dengan vitamin A dan vitamin C terhadap pertambahan berat kepiting bakau (Scylla serrata). Hasil uji statistik menunjukan bahwa hipotesis terima H0 dan tolak H1.

Berdasarkan hasil analisis ANOVA, hipotesis nol (H0) diterima dan hipotesis alternatif (H1) ditolak, menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada pertumbuhan bobot kepiting bakau (Scylla serrata) antara perlakuan penambahan vitamin C, vitamin A, atau tanpa vitamin.Nilai Ftabel (4,25) lebih besar dari Fhitung (3,16) pada taraf 5%, namun nilai p > 0,05 menegaskan bahwa suplementasi vitamin tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan.Dengan demikian, penambahan vitamin C dan A dalam pakan tidak meningkatkan pertumbuhan kepiting bakau secara signifikan.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efek dosis berbeda vitamin C dan vitamin A pada pertumbuhan kepiting bakau selama periode yang lebih panjang, misalnya tiga hingga enam bulan, untuk menilai apakah manfaat jangka panjang muncul pada dosis optimal. Selain itu, studi dapat mengeksplorasi kombinasi suplementasi vitamin dengan nutrisi lain seperti protein, mineral, atau probiotik, guna menentukan sinergi yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan serta kesehatan imunologi kepiting. Penelitian juga disarankan untuk menyelidiki mekanisme fisiologis yang mendasari respon vitamin, termasuk analisis status antioksidan, parameter imunologis, dan perubahan metabolik pada Scylla serrata, sehingga pemahaman tentang cara kerja vitamin dapat diterapkan dalam strategi budidaya yang lebih efisien.

Read online
File size400.16 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test