KAHURIPANKAHURIPAN

JURNAL EKUIVALENSIJURNAL EKUIVALENSI

Ketidakpastian ekonomi yang terus meningkat menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UKM) untuk memiliki kemampuan adaptif dalam pengelolaan usaha, salah satunya melalui praktik pencatatan keuangan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pelaku UKM terhadap manfaat pencatatan keuangan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di wilayah Medan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 pelaku UKM yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang mengukur persepsi atas fungsi pencatatan keuangan, meliputi aspek pengendalian keuangan, pengambilan keputusan, dan kesiapan menghadapi risiko ekonomi. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap manfaat pencatatan keuangan berpengaruh signifikan terhadap kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Temuan ini menegaskan bahwa pencatatan keuangan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis dalam manajemen risiko. Implikasi manajerial dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaku UKM perlu meningkatkan literasi dan disiplin pencatatan keuangan untuk memperkuat ketahanan usaha. Pemerintah dan lembaga pendamping UKM disarankan untuk mengembangkan program pelatihan keuangan yang praktis dan aplikatif sebagai bagian dari kebijakan pemberdayaan ekonomi lokal.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa adopsi FinTech di kalangan generasi Z sangat tinggi karena kemudahan penggunaan dan preferensi terhadap layanan digital.Meskipun FinTech dapat meningkatkan literasi keuangan, rendahnya pemahaman keuangan pada sebagian generasi Z berpotensi menimbulkan keputusan keuangan yang buruk atau ketergantungan pada utang.Oleh karena itu, edukasi keuangan yang komprehensif serta kolaborasi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan sangat penting untuk memastikan penggunaan FinTech yang aman dan produktif.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh adopsi alat keuangan digital (FinTech) terhadap ketahanan usaha UKM di Medan Utara dengan pendekatan campuran (mixed‑methods) untuk memahami tidak hanya dampak kuantitatif tetapi juga dinamika sosialnya. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki sejauh mana intervensi literasi keuangan dapat mengubah persepsi pelaku UKM terhadap pencatatan keuangan, dengan membandingkan efektivitas program pelatihan tradisional versus modul daring di beberapa wilayah peri‑urban. Terakhir, studi komparatif mengenai hambatan teknis dan regulasi dalam penerapan pencatatan keuangan sistematis pada UKM yang memiliki akses berbeda terhadap layanan FinTech dapat memberikan insight bagi pembuat kebijakan dalam merancang insentif atau kebijakan yang memfasilitasi adopsi praktik akuntansi yang lebih baik.

  1. Analysis of Factors Affecting the Risk of Business Failure of Food Sector SMEs in Binjai City | Primanomics... jurnal.ubd.ac.id/index.php/PE/article/view/3222Analysis of Factors Affecting the Risk of Business Failure of Food Sector SMEs in Binjai City Primanomics jurnal ubd ac index php PE article view 3222
Read online
File size834.61 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test