PKRPKR

JURNAL IBU DAN ANAKJURNAL IBU DAN ANAK

Nyeri punggung merupakan salah satu ketidaknyaman ibu hamil trimester III yang dapat mengganggu aktifitas. Berdasarkan survei awal peneliti pada bulan Januari 2022 di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru dari 10 orang ibu hamil trimester III ditemukan 8 orang diantaranya mengeluhkan nyeri punggung. Salah satu metode nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri punggung adalah dengan Pijat Punggung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pijat punggung terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III. Jenis penelitian ini adalah Pre Experimen dengan pendekatan One Group Pretest dan Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III yang memeriksakan kehamilannya di PMB Dince Safrina Kota Pekanbaru pada bulan Januari-April 2022. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 orang ibu hamil trimester III dengan keluhan nyeri punggung yang diambil secara Purposive Sampling. Metode pengumpulan data adalah metode observasi dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa Numeric Rating Scale (NRS). Uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon dengan taraf signifikasi 95 %. Berdasarkan uji statistik ada pengaruh pijat punggung terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimeser III (p = 0,001). Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya bidan di PMB Dince Safrina untuk dapat menerapkan pijat punggung sebagai salah satu terapi nonfarmakologi penanganan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.

Rata-rata intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III sebelum diberikan pijat punggung adalah 3,73 (SD = 0,458).Rata-rata intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III sesudah diberikan pijat punggung adalah 0,67 (SD = 0,488).Ada pengaruh Pijat Punggung terhadap intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III (ρ=0,001) artinya ρ < α (0,05).

Penelitian lanjutan dapat mempelajari perbandingan efektivitas antara teknik pijat yang berbeda, seperti effleurage versus petrissage, terhadap pengurangan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III dengan menggunakan rancangan uji coba terkontrol secara acak dan ukuran sampel yang lebih besar untuk meningkatkan kekuatan statistik. Selain itu, studi prospektif dapat menilai dampak jangka panjang pijat punggung yang dilakukan secara rutin sepanjang trimester III terhadap tingkat stres ibu dan hasil neonatal, termasuk berat lahir dan skor Apgar, guna memahami manfaat terapeutik yang lebih luas. Selanjutnya, disarankan melakukan penelitian multi‑pusat yang mengevaluasi kombinasi pijat punggung dengan program latihan fisioterapi khusus kehamilan dibandingkan hanya pijat saja, untuk menentukan apakah pendekatan gabungan memberikan penurunan nyeri yang lebih signifikan dan meningkatkan kualitas hidup ibu hamil.

Read online
File size269.76 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test