STIBAIEC JAKARTASTIBAIEC JAKARTA

JELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC JakartaJELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC Jakarta

Penelitian ini berfokus pada perkembangan kepribadian yang seringkali berfokus pada cara seorang individu menyesuaikan atau mengubah tindakan dan perilaku mereka berdasarkan berbagai faktor sebagai manusia. Perkembangan ini seringkali diwakili melalui sastra, yang merefleksikan kondisi kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki perkembangan kepribadian dan hubungannya dengan nilai-nilai moral yang diwakili oleh karakter utama dalam film The Devil Wears Prada (2006). Penulis menggunakan metode analisis konten dengan pendekatan kualitatif untuk lebih menganalisis dan menafsirkan data yang berupa adegan dan dialog film. Selain itu, teori perkembangan kepribadian oleh Elizabeth Hurlock digunakan untuk memandu analisis dalam penelitian ini. Temuan menunjukkan bahwa perkembangan kepribadian Andrea Sachs dipengaruhi oleh lingkungan kerja. Faktor internal kepribadian Andrea adalah temperamen, emosi, dan diri sendiri. Sementara itu, faktor eksternal adalah penentu fisik, sosial, dan aspirasi. Peran nilai-nilai moral dalam perkembangan kepribadian Andrea juga ditemukan sebagai aspek penting yang mempengaruhi kepribadian awal Andrea yang resisten terhadap mode, skeptis terhadap etos kerja di industri mode, dan acuh tak acuh terhadap industri mode. Faktor eksternal adalah yang paling penting dalam perkembangan yang akhirnya membuatnya sadar akan mode. Dia menghargai mode secara positif dan bekerja keras di Runway karena faktor eksternal. Implikasi penelitian ini adalah untuk memperluas pengetahuan tentang transformasi dari Estella menjadi Cruella berdasarkan perubahan penampilan, karakter, dan efek transformasi karena faktor eksternal.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian Andrea Sachs meliputi determinan internal dan eksternal.Temuan menunjukkan bahwa yang eksternal lebih krusial.Determinan eksternal yang ditemukan sebagai faktor perkembangan kepribadian Andrea adalah penentu fisik, sosial, dan aspirasi atau pencapaian.Determinan fisik menyebabkan Andrea menjadi sadar akan mode.Sementara itu, determinan sosial menyebabkan Andrea menghargai industri mode secara positif.Terakhir, determinan aspirasi menyebabkan Andrea menjadi ambisius untuk bekerja lebih keras di Runway.Nilai-nilai moral yang diadopsi Andrea dari lingkungan kerja industri mode mempengaruhi perubahan signifikan dari kepribadian awal Andrea yang resisten terhadap mode, skeptis terhadap etos kerja di industri mode, dan acuh tak acuh terhadap industri mode menjadi sadar akan mode, menghargai mode secara positif, dan ambisius untuk bekerja keras di Runway.Nilai-nilai moral yang mempengaruhi perubahan kepribadian, sifat, dan perilaku Andrea diadopsi dari lingkungan kerja yang dianggap sebagai penyebab utama perubahan kepribadian Andrea.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan: . . 1. Menganalisis lebih lanjut bagaimana faktor-faktor eksternal lainnya, seperti keluarga dan hubungan pribadi, mempengaruhi perkembangan kepribadian individu dalam konteks industri mode. . . 2. Meneliti bagaimana nilai-nilai moral yang diadopsi dari lingkungan kerja dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian individu dalam industri mode, dan bagaimana hal ini dapat berdampak pada produktivitas dan kinerja mereka di tempat kerja. . . 3. Mengkaji dampak perubahan penampilan dan karakter pada individu dalam industri mode, dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi persepsi diri dan hubungan sosial mereka. . . Saran-saran ini dapat membantu memperluas pemahaman tentang bagaimana faktor-faktor eksternal dan nilai-nilai moral mempengaruhi perkembangan kepribadian individu dalam industri mode, dan bagaimana hal ini dapat berdampak pada kehidupan pribadi dan profesional mereka.

Read online
File size340.47 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test