YARSIYARSI
Jurnal Ruhul IslamJurnal Ruhul IslamPerkembangan teknologi medis telah melahirkan berbagai prosedur rekonstruktif yang bertujuan memulihkan kondisi fisik manusia, salah satunya adalah transplantasi rambut. Praktik ini berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan kesehatan dan estetika, namun menimbulkan pertanyaan apakah hal ini dapat dibenarkan sebab tidak ada penjelasan secara eksplisit dalam Al-Quran dan Sunnah. Artikel ini bertujuan menganalisis praktik transplantasi rambut dalam perspektif maslahah mursalah sebagai salah satu metode istinbath hukum Islam yang berorientasi pada maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan konseptual, bersumber pada literatur ushul fikih dan kajian medis terkait transplantasi rambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transplantasi rambut dilakukan dengan memindahkan folikel rambut dari tubuh pasien sendiri tanpa melibatkan elemen eksternal, sehingga bersifat restoratif dan tidak termasuk perubahan destruktif terhadap ciptaan Allah. Ditinjau dari kriteria maslahah mursalah, praktik ini dapat memenuhi unsur dharuriyah jika adanya cacat fisik yang berpotensi mengganggu psikologis seseorang, bersifat qathiyyah karena didukung oleh bukti medis yang kuat, serta bersifat kulliyyah karena dapat berlaku pada siapapun yang memiliki kondisi serupa. Oleh karena itu, transplantasi rambut dapat dinilai sejalan dengan prinsip syariat Islam selama memenuhi kriteria maslahah mursalah serta tetap berorientasi pada tercapainya maqashid syariah.
Transplantasi rambut adalah respons medis kontemporer terhadap kebotakan yang memengaruhi psikologis dan martabat, dengan evolusi teknik (FUT, FUE, DHI) yang memulihkan area botak menggunakan folikel pasien sendiri tanpa unsur eksternal, berbeda dari praktik sambung yang dilarang.Karena tidak ada nash eksplisit, penetapan hukumnya menggunakan maslahah mursalah berlandaskan maqashid syariah, memenuhi kriteria dharuriyyah (menjaga jiwa dan akal), qathiyyah (bukti medis kuat), dan kulliyyah (manfaat universal).Dengan demikian, transplantasi rambut dapat diperbolehkan dalam Islam asalkan menggunakan rambut individu sendiri dan tidak mengandung unsur penipuan.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara empiris dampak psikologis kebotakan dan manfaat transplantasi rambut pada populasi Muslim untuk memperkuat argumen dharuriyyah, sekaligus mengukur sejauh mana intervensi ini meningkatkan kesejahteraan mental dan sosial. Selanjutnya, analisis komparatif antara transplantasi rambut dan hair attachment dapat dilakukan dengan menggunakan metode qiyas serta pendekatan usul fiqh lainnya, guna menilai perbedaan hukum secara lebih menyeluruh antar mazhab. Selain itu, studi tentang aspek ekonomi dan etika transplantasi rambut di komunitas Muslim berpenghasilan rendah dapat menilai kepatuhan terhadap prinsip hifz al‑mal, dengan meneliti biaya, akses, dan potensi penyalahgunaan serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang adil dan berkelanjutan.
- Standar Kecantikan: Busana Perempuan Indonesia Dalam Perspektif Modernitas dan Tradisi | Nafsiyah | Sosietas:... doi.org/10.17509/sosietas.v15i2.78572Standar Kecantikan Busana Perempuan Indonesia Dalam Perspektif Modernitas dan Tradisi Nafsiyah Sosietas doi 10 17509 sosietas v15i2 78572
- Evolution of hair transplantation. evolution hair plastic aesthetic research journals log editors chief... oaepublish.com/articles/2347-9264.2017.86Evolution of hair transplantation evolution hair plastic aesthetic research journals log editors chief oaepublish articles 2347 9264 2017 86
- Stem Cell Applications in Human Hair Growth: A Literature Review | Cureus. stem cell applications human... cureus.com/articles/145671-stem-cell-applications-in-human-hair-growth-a-literature-reviewStem Cell Applications in Human Hair Growth A Literature Review Cureus stem cell applications human cureus articles 145671 stem cell applications in human hair growth a literature review
- CME article Part II. Hair transplantation: Surgical technique - Journal of the American Academy of Dermatology.... linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0190962221009075CME article Part II Hair transplantation Surgical technique Journal of the American Academy of Dermatology linkinghub elsevier retrieve pii S0190962221009075
| File size | 741.17 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Kesimpulan dari penelitian tentang Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di kalangan personil TNI AU di depo pemeliharaan 10 Bandung, berdasarkanKesimpulan dari penelitian tentang Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di kalangan personil TNI AU di depo pemeliharaan 10 Bandung, berdasarkan
YARSIYARSI Uji statistik menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square menggunakan SPSS didapatkan terdapat tidak adanya hubungan yang signifikanUji statistik menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square menggunakan SPSS didapatkan terdapat tidak adanya hubungan yang signifikan
YARSIYARSI Penanganan TB melalui pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan langkah utama untuk menekan angka penularan, mencegah resistensi obat, dan menjalankanPenanganan TB melalui pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan langkah utama untuk menekan angka penularan, mencegah resistensi obat, dan menjalankan
YARSIYARSI Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana optimalisasi kualitas hakim melalui reformasi seleksi berbasis merit, pendidikan dan pembinaan yang mengintegrasikanPenelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana optimalisasi kualitas hakim melalui reformasi seleksi berbasis merit, pendidikan dan pembinaan yang mengintegrasikan
DAARULHUDADAARULHUDA Dampak negatif meliputi ketidakpastian status hukum istri dan anak, kesulitan memperoleh hak waris, serta minimnya perlindungan hukum. Faktor pendorongDampak negatif meliputi ketidakpastian status hukum istri dan anak, kesulitan memperoleh hak waris, serta minimnya perlindungan hukum. Faktor pendorong
STIEMAHARDHIKASTIEMAHARDHIKA Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh endorser, brand association, brand personality, dan karakteristik produk dalam pembelian intensif minumanPenelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh endorser, brand association, brand personality, dan karakteristik produk dalam pembelian intensif minuman
IAIN LANGSAIAIN LANGSA Oleh karena itu, nalar advokatif terhadap hak penyandang disabilitas dengan perspektif hak asasi manusia tidak banyak dilibatkan. Akibatnya, penyandangOleh karena itu, nalar advokatif terhadap hak penyandang disabilitas dengan perspektif hak asasi manusia tidak banyak dilibatkan. Akibatnya, penyandang
IAIN LANGSAIAIN LANGSA Penafsiran nusyûz dan solusi memukul ini kurang sesuai dengan konteks saat ini, sehingga perlu diperluas maknanya dengan pendekatan manâ al-haml. ManâPenafsiran nusyûz dan solusi memukul ini kurang sesuai dengan konteks saat ini, sehingga perlu diperluas maknanya dengan pendekatan manâ al-haml. Manâ
Useful /
YARSIYARSI Integrasi perspektif normatif Islam melalui dalil Al‑Quran, hadis, dan tafsir M. Quraish Shihab, dikontextualisasikan pada studi kasus penangananIntegrasi perspektif normatif Islam melalui dalil Al‑Quran, hadis, dan tafsir M. Quraish Shihab, dikontextualisasikan pada studi kasus penanganan
YARSIYARSI Kajian tafsir menempatkan air sebagai sarana ilahiah penciptaan dan kelangsungan hidup, sementara ilmu hayati modern menjelaskan fungsi air sebagai mediaKajian tafsir menempatkan air sebagai sarana ilahiah penciptaan dan kelangsungan hidup, sementara ilmu hayati modern menjelaskan fungsi air sebagai media
STMIKISTMIKI Menganalisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas nasabah dalam menggunakan Mobile banking bank syariah. Objek penelitian pada penelitianMenganalisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas nasabah dalam menggunakan Mobile banking bank syariah. Objek penelitian pada penelitian
STMIKISTMIKI Komunikasi memiliki pengaruh dominan dibandingkan motivasi, dengan koefisien regresi 0,962. Hubungan ini tergolong kuat (R²=0,667), tetapi sisanya dipengaruhiKomunikasi memiliki pengaruh dominan dibandingkan motivasi, dengan koefisien regresi 0,962. Hubungan ini tergolong kuat (R²=0,667), tetapi sisanya dipengaruhi