HUSADA KARYAJAYAHUSADA KARYAJAYA
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYAJURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYALatar Belakang: Pemahaman merupakan suatu kemampuan seseorang untuk mengetahui, menjelaskan, dan menarik kesimpulan apa yang telah dipelajari. Early Warning Score (EWS) merupakan alat yang dapat mendeteksi perubahan fisiologis pada pasien, seperti tanda vital dan tingkat kesadaran, selama perawatan di rumah sakit. Tujuan: memperoleh gambaran tingkat pemahaman perawat terhadap peringatan dini EWS di era Society 5.0 dalam praktik keperawatan di IGD RSUD Kepulauan Seribu Pulau Pramuka sebelum dan sesudah sosialisasi. Metodologi Penelitian: Metode kuantitatif dengan desain quasi‑eksperimental menggunakan uji sampel berpasangan; sampel sebanyak 9 perawat IGD. Hasil: terdapat perbedaan signifikan tingkat pemahaman responden antara sebelum dan sesudah sosialisasi (ρ = 0,005 < 0,05), dengan analisis berdasarkan usia, jenis kelamin, dan pendidikan. Kesimpulan: hampir seluruh responden menunjukkan peningkatan pemahaman setelah dilakukan sosialisasi.
Mayoritas responden perawat berusia >30 tahun, perempuan, dan berpendidikan DIII Keperawatan.tingkat pemahaman EWS lebih tinggi pada perawat berusia ≤25 tahun, perempuan, dan yang memiliki pendidikan S1 Keperawatan.Analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman setelah sosialisasi (p = 0,005 < 0,05).
Penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dengan melibatkan perawat dari beberapa rumah sakit di wilayah Indonesia untuk mengevaluasi generalisasi temuan serta membandingkan perbedaan karakteristik geografis dan institusional. Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal yang menilai keberlanjutan pengetahuan dan keterampilan EWS pada perawat setelah periode tertentu pasca‑sosialisasi, guna mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi retensi pengetahuan. Terakhir, disarankan melakukan penelitian yang mengaitkan peningkatan pemahaman perawat terhadap EWS dengan outcome klinis pasien, seperti deteksi dini deteriorasi dan penurunan angka mortalitas, sehingga dapat menilai dampak nyata intervensi pendidikan terhadap kualitas perawatan.
| File size | 220.25 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UHTUHT Mengenai penyakit penyerta, sebagian besar pasien memiliki kondisi kesehatan tambahan, dengan 296 orang (88%) yang terkena dampaknya. Evaluasi penggunaanMengenai penyakit penyerta, sebagian besar pasien memiliki kondisi kesehatan tambahan, dengan 296 orang (88%) yang terkena dampaknya. Evaluasi penggunaan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui identifikasi bahaya risiko kecelakaan kerja dokter gigi, terapis gigi dan mulut sehingga dapat diminimalisir.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui identifikasi bahaya risiko kecelakaan kerja dokter gigi, terapis gigi dan mulut sehingga dapat diminimalisir.
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Tren pemilihan metodologi penelitian pada skripsi mahasiswa Prodi Kedokteran Gigi FK Unsri adalah analitik eksperimental, dengan tema penelitian herbalTren pemilihan metodologi penelitian pada skripsi mahasiswa Prodi Kedokteran Gigi FK Unsri adalah analitik eksperimental, dengan tema penelitian herbal
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Gingivitis merupakan penyakit peradangan pada jaringan gingiva yang banyak diderita masyarakat di Indonesia. Di Indonesia, gingivitis menduduki urutanGingivitis merupakan penyakit peradangan pada jaringan gingiva yang banyak diderita masyarakat di Indonesia. Di Indonesia, gingivitis menduduki urutan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Edukasi menggunakan video dapat memudahkan proses penyerapan pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui di TK KemalaEdukasi menggunakan video dapat memudahkan proses penyerapan pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui di TK Kemala
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Resesi gingiva diperoleh melalui pemeriksaan langsung dan dilihat tingkat keparahan resesi gingiva. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 59 orang.Resesi gingiva diperoleh melalui pemeriksaan langsung dan dilihat tingkat keparahan resesi gingiva. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 59 orang.
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Pemberian edukasi menggunakan media puzzle berpengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak Down syndrome. DisarankanPemberian edukasi menggunakan media puzzle berpengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak Down syndrome. Disarankan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu hamil dengan status kebersihan gigi dan mulut (P value = 0,036), ada hubungan sikap dengan statusDapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu hamil dengan status kebersihan gigi dan mulut (P value = 0,036), ada hubungan sikap dengan status
Useful /
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media website dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai gingivitis karena informasi disajikan secara kreatifPenelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media website dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai gingivitis karena informasi disajikan secara kreatif
ITSCIENCEITSCIENCE Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap kepemimpinan guru serta pengurus OSIS secara signifikan.melalui pendekatan partisipatifKegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap kepemimpinan guru serta pengurus OSIS secara signifikan.melalui pendekatan partisipatif
ITSCIENCEITSCIENCE Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun model pendampingan hukum yang komprehensif guna memulihkan dan melindungi akses pendidikan anakPengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun model pendampingan hukum yang komprehensif guna memulihkan dan melindungi akses pendidikan anak
ITLITL Kebijakan seperti pelaporan emisi, peremajaan kendaraan, dan batas usia kendaraan belum efektif diterapkan. Insentif yang berfokus pada penggunaan kendaraanKebijakan seperti pelaporan emisi, peremajaan kendaraan, dan batas usia kendaraan belum efektif diterapkan. Insentif yang berfokus pada penggunaan kendaraan