UIN SUSKAUIN SUSKA

Jurnal AgroteknologiJurnal Agroteknologi

Padi (Oryza sativa) merupakan tanaman pangan pokok yang rentan terhadap stres lingkungan seperti salinitas tanah dan kontaminasi pirit, yang dapat menghambat pertumbuhan bibit secara signifikan. Stresor ini mengganggu fungsi fisiologis dan memperburuk kondisi tanah, terutama di daerah terdegradasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek gabungan salinitas dan pirit terhadap respons morfologis dan fisiologis bibit padi di bawah stres ganda. Penelitian dilakukan di UPT Sertifikasi Benih dan Tanaman Pangan dan Hortikultura di Pekanbaru selama dua bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor: stres salinitas (3 tingkat: 0 mM, 50 mM, 100 mM) dan stres pirit (3 tingkat: 0 mg, 200 mg, 400 mg), dengan empat ulangan untuk setiap perlakuan. Parameter yang diamati termasuk tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, jumlah stomata, nekrosis tanaman, dan luas daun. Hasil menunjukkan bahwa stres salinitas secara signifikan mengurangi tinggi tanaman dan meningkatkan nekrosis daun, sedangkan varietas Mendol Pelalawan mempertahankan pertumbuhan yang relatif stabil pada salinitas sedang (50 mM) melalui respons hormetik yang mungkin yang mempromosikan elongasi akar. Stres pirit berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan daun karena toksisitas besi tetapi cenderung mengurangi kerusakan salinitas dengan meningkatkan keseimbangan kimia tanah. Tidak ditemukan efek interaksi yang signifikan, menunjukkan bahwa salinitas dan pirit bertindak secara independen. Jumlah stomata yang berkurang dan nekrosis yang meningkat di bawah stres berat mencerminkan strategi adaptasi tanaman untuk menghemat air, meskipun dengan biaya pertumbuhan vegetatif yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan kebutuhan untuk mengelola salinitas tanah dan pirit dengan hati-hati untuk mendukung produktivitas padi di daerah rawa pasang surut.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa stres salinitas dan pirit secara signifikan mempengaruhi morfologi dan fisiologi pertumbuhan bibit padi (Oryza sativa) pada fase bibit.Stres salinitas, terutama pada konsentrasi tinggi (100 mM), mempengaruhi tinggi tanaman akibat ketidakseimbangan osmotik, akumulasi ion Na yang menghambat aktivitas enzim, dan kerusakan sel akibat stres oksidatif.Sementara itu, stres pirit, terutama pada dosis tinggi (400 mg), memperburuk kondisi pertumbuhan melalui toksisitas logam berat dan gangguan penyerapan nutrisi.Interaksi antara salinitas dan pirit menunjukkan efek sinergis yang lebih rendah tetapi masih merugikan, dengan penurunan parameter pertumbuhan seperti panjang akar, jumlah stomata, dan luas daun, serta peningkatan nekrosis daun.Meskipun beberapa parameter tidak menunjukkan perbedaan statistik yang signifikan, kecenderungan penurunan pertumbuhan dan kesehatan tanaman menunjukkan bahwa kedua stres memperburuk kondisi fisiologis tanaman.Secara keseluruhan, penelitian ini mengonfirmasi bahwa stres salinitas dan pirit menghambat pertumbuhan bibit padi melalui mekanisme stres osmotik dan toksisitas ion.Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan dan pemilihan varietas padi yang tahan terhadap salinitas dan logam berat untuk meminimalkan dampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman padi.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang interaksi antara salinitas dan pirit pada varietas padi yang berbeda, terutama varietas yang dikenal tahan terhadap salinitas dan pirit. Penelitian ini dapat membantu memahami mekanisme adaptasi tanaman terhadap stres lingkungan yang kompleks dan mengembangkan strategi pengelolaan lahan terdegradasi yang lebih efektif. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan varietas padi yang tahan terhadap stres salinitas dan pirit, dengan mempertimbangkan aspek fisiologis dan morfologis tanaman. Studi ini dapat membantu meningkatkan produktivitas padi di daerah rawa pasang surut dan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan.

  1. Perbaikan Beberapa Sifat Tanah Sulfat Masam dengan Penerapan Biochar Sekam Padi Teraktivasi Diperkaya... doi.org/10.47687/jt.v15i1.477Perbaikan Beberapa Sifat Tanah Sulfat Masam dengan Penerapan Biochar Sekam Padi Teraktivasi Diperkaya doi 10 47687 jt v15i1 477
  2. Seedling‐stage salinity tolerance in rice: Decoding the role of transcription factors - Tiwari... doi.org/10.1111/ppl.13685SeedlingyAAAastage salinity tolerance in rice Decoding the role of transcription factors Tiwari doi 10 1111 ppl 13685
Read online
File size682.21 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test