UIN SUSKAUIN SUSKA

Jurnal AgroteknologiJurnal Agroteknologi

Penelitian ini meneliti dampak pemberian pupuk anorganik tunggal (urea, TSP, KCl) bersamaan dengan kompos limbah lumpur pabrik karet (WWTP) pada pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan utama. Uji coba menggunakan desain acak lengkap dengan lima perlakuan, di mana perlakuan kontrol mendapat dosis anjuran pupuk anorganik, sedangkan perlakuan lainnya mendapat setengah dosis pupuk anorganik ditambah 100–400 g kompos WWTP setiap bulan. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi setengah dosis pupuk anorganik dengan 300 g kompos WWTP menghasilkan pertumbuhan tinggi bibit, bobot kering akar, dan volume akar paling tinggi, sementara tidak terjadi peningkatan signifikan pada diameter bonggol, jumlah daun, bobot kering tajuk, dan rasio tajuk akar. Penelitian ini menegaskan bahwa paduan pupuk anorganik dan kompos limbah lumpur dapat meningkatkan kualitas bibit kelapa sawit di pembibitan utama.

Pemberian pupuk anorganik tunggal bersama kompos limbah lumpur pabrik karet secara nyata meningkatkan tinggi bibit, bobot kering akar, dan volume akar bibit kelapa sawit di pembibitan utama.Namun, kombinasi tersebut tidak secara signifikan meningkatkan diameter bonggol, jumlah daun, bobot kering tajuk, maupun rasio tajuk akar.Perlakuan setengah dosis pupuk anorganik ditambah 300 g kompos WWTP menjadi dosis terbaik untuk pertumbuhan bibit.

1. Meneliti efek kombinasi pupuk anorganik dan kompos limbah lumpur pada bibit kelapa sawit varietas lainnya di berbagai iklim dan kondisi tanah guna menilai konsistensi hasil. 2. Mengkaji manfaat penyimpanan jangka panjang kompos limbah lumpur sebelum aplikasi, apakah menambah nilai gizi tanah dan meningkatkan daya tahan bibit. 3. Mengembangkan sistem monitoring digital berdasarkan Internet of Things (IoT) untuk memantau parameter kelembapan, suhu, dan pertumbuhan bibit secara real‑time sehingga dapat mengoptimalkan dosis pupuk dan kompos secara dinamis.

Read online
File size315.15 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test