UNIPOLUNIPOL

Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Teknik Informatika (JISTI)Jurnal Ilmiah Sistem Informasi dan Teknik Informatika (JISTI)

Pada jaringan sensor nirkabel dan Internet of Things (IoT), komunikasi antar node umumnya dilakukan satu arah dari node sensor ke node pengumpul. Akan tetapi, untuk kondisi tertentu, komunikasi diperlukan secara dua arah, dimana pengguna melakukan permintaan data yang lebih spesifik dari node yang tersebar, tanpa harus menunggu node-node tersebut mengirimkan data pengindraannya secara terjadwal. Studi ini bertujuan untuk mendesain pemrosesan permintaan data (query) pada sistem monitoring kondisi lingkungan berbasis jaringan sensor nirkabel dan IoT. Arduino dan modul komunikasi nRF24L01 digunakan sebagai platform pengembangan prototip yang berbiaya rendah dan andal, serta dirancang sebanyak 11 jenis query berbeda yang dapat digunakan oleh pengguna. Uji coba prototip di lahan pertanian menunjukkan pemrosesan query pada jarak node sensor dan base station 30 meter memiliki tingkat akurasi yang cukup baik, dari 50 data query yang dikirim terdapat 4 query gagal, dengan tingkat akurasi sebesar 92%, dan untuk jarak 60 meter tingkat akurasi sebesar 80% masih dapat ditoleransi. Selain itu, hasil simulasi model numerik pengukuran kinerja jaringan menunjukkan jarak ≤ 70 meter merupakan jarak ideal yang dapat digunakan dengan tingkat akurasi komunikasi dan efisiensi energi yang cukup baik, sementara jarak >70 meter dapat diterapkan dengan penambahan strategi tertentu seperti pemakaian node repeater.

Evaluasi prototipe menunjukkan bahwa query dapat dikirim dari base station ke node sensor dan data hasil pengindraan berhasil diterima, membuktikan kelancaran komunikasi dua arah pada jaringan sensor nirkabel.Pengujian di lahan pertanian serta simulasi numerik mengindikasikan jarak ≤70 m sebagai jarak ideal dengan akurasi ≥92 % dan efisiensi energi yang baik, sementara jarak >70 m memerlukan strategi tambahan seperti repeater.Dengan akurasi 92 % pada 30 m dan 80 % pada 60 m, sistem pemrosesan query terbukti andal untuk aplikasi monitoring lingkungan berbasis sensor nirkabel.

Penelitian selanjutnya dapat menguji kinerja pemrosesan query ketika perangkat pengguna terhubung ke jaringan internet melalui protokol MQTT, sehingga dapat mengukur latensi dan skalabilitas sistem dalam skenario cloud‑based. Selain itu, penting untuk mengembangkan mekanisme penjadwalan query adaptif yang menyesuaikan interval sampling berdasarkan kondisi energi yang tersedia, misalnya dengan memanfaatkan energi terbarukan pada node sensor. Selanjutnya, penelitian dapat merancang algoritma routing multi‑hop berbasis pembelajaran mesin untuk mengoptimalkan pemilihan jalur repeater pada jarak >70 m, sehingga meningkatkan reliabilitas komunikasi dan efisiensi energi secara keseluruhan.

  1. Wireless sensor networks in the internet of things: review, techniques, challenges, and future directions... doi.org/10.11591/ijeecs.v31.i2.pp1190-1200Wireless sensor networks in the internet of things review techniques challenges and future directions doi 10 11591 ijeecs v31 i2 pp1190 1200
Read online
File size819.87 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test