POLINELAPOLINELA

J-PlantasimbiosaJ-Plantasimbiosa

Teknik bud chip penting dalam pembibitan tebu karena dapat menghasilkan banyak bibit dengan bahan tanam yang lebih hemat. Namun, karena ukuran potongan mata tunas kecil, cadangan nutrisi dan hormon di dalamnya juga terbatas, sehingga pertumbuhan awal bisa terhambat. Oleh karena itu, perlu pengaturan media tanam dan penambahan zat pengatur tumbuh (ZPT) agar bibit tebu dapat tumbuh lebih cepat dan optimal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap yang disusun secara faktorial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) komposisi media tanam yang tepat untuk pertumbuhan bibit tebu dengan teknik bud chip; (2) pengaruh zat pengatur tumbuh (ZPT) berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan bibit tebu dengan teknik bud chip dan (3) interaksi antara komposisi media tanam dan konsentrasi ZPT terhadap pertumbuhan bibit tebu dengan teknik bud chip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) komposisi media tanam top soil dan pupuk kandang sapi, serta penggunaan media top soil dan pupuk kandang sapi dan sekam kompos menghasilkan pertumbuhan bibit tebu yang sama tetapi lebih baik dibandingkan kontrolyang terlihat pada peubah tinggi tunas, jumlah daun, dan rasio tajuk-akar. Namun media tanam yang digunakan menunjukkan hasil yang sama pada peubah waktu 50% stek bertunas, dan persentase tumbuh, (2) Perlakuan konsentrasi ZPT menghasilkan pertumbuhan bibit yang relatif sama pada semua variabel yang diamati. (3) Tidak terdapat interaksi antara komposisi media tanam dan konsentrasi ZPT terhadap pertumbuhan bibit tebu.

Media tanam kombinasi top soil dan pupuk kandang sapi, baik dengan maupun tanpa sekam kompos, memberikan pertumbuhan bibit tebu yang lebih baik dibandingkan media tanah tunggal, terutama pada tinggi tunas, jumlah daun, dan rasio tajuk-akar, meskipun tidak berbeda pada waktu 50% stek bertunas dan persentase tidak tumbuh.Konsentrasi berpengaruh signifikan, dan tidak terdapat interaksi antara media dan ZPT.

1. Meneliti bagaimana variasi jenis zat pengatur tumbuh, seperti NAA dan IBA, memengaruhi pertumbuhan dan morfologi bibit tebu teknik bud chip pada varietas berbeda. 2. Meneliti efek media tanam yang diperkaya dengan bahan organik alternatif, misalnya kompos bambu atau limbah industri, terhadap kinerja pertumbuhan dan kualitas bibit bud chip. 3. Meneliti bagaimana penerapan bud chip menggunakan media dan PGR optimal di lahan pertanian nyata memengaruhi hasil gula dan biaya produksi jangka panjang. 4. Mengamati interaksi antara tingkat kelembaban tanah dan konsentrasi PGR pada perkembangan akar bud chip. 5. Membandingkan efisiensi biaya antara menggunakan kompos sekam dan kompos bambu dalam media bud chip. 6. Mengkaji peran mikroba tanah dalam mengoptimalkan penyerapan nutrisi pada bud chip. 7. Memahami dampak variasi suhu lingkungan terhadap respons bud chip terhadap PGR. 8. Menilai respons varietas tebu lain terhadap kombinasi media dan PGR yang sama. 9. Mengevaluasi potensi sistem bud chip dalam praktik pertanian berkelanjutan. 10. Menyusun pedoman teknis bagi petani tentang pemilihan media dan PGR optimal untuk bud chip.

  1. PERTUMBUHAN BIBIT BUD CHIP TEBU (Sacharum officinarum L.) PADA BEBERAPA DOSIS PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI... doi.org/10.33087/jagro.v5i2.99PERTUMBUHAN BIBIT BUD CHIP TEBU Sacharum officinarum L PADA BEBERAPA DOSIS PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI doi 10 33087 jagro v5i2 99
  2. Root:shoot ratio in developing seedlings: How seedlings change their allocation in response to seed mass... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/ece3.4238Root shoot ratio in developing seedlings How seedlings change their allocation in response to seed mass onlinelibrary wiley doi 10 1002 ece3 4238
Read online
File size407.81 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test