UNIRA MALANGUNIRA MALANG

Journal of Governance InnovationJournal of Governance Innovation

Pada tahun 2013, Taman Bungkul Surabaya telah menjadi ikon kota yang meraih pujian internasional dalam kelompok Taman Terbaik di Asia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang di dalamnya terdapat petilasan Sunan Bungkul. Kolaborasi taman Bungkul dalam pengelolaannya terdiri dari Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi, UMKM, PDAM Surya Sembada, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan dalam kolaborasi stakeholder yang berlokasikan di ruang terbuka hijau (RTH) Taman Bungkul Surabaya. Metode penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yang diperoleh berasal dari pengamatan kegiatan maupun peristiwa yang diamati, dan studi literatur. Pada penelitian ini dapat menjadi tolak ukur keberhasilan kolaborasi yang di dalamnya terdapat delapan variabel, menggunakan teori menurut (Edward DeSeve, 2007). Dalam hasil penelitian menjelaskan bahwa para pemangku kepentingan dalam kolaborasinya sudah terlaksana dengan baik namun masih belum optimal secara keseluruhan. Di dalam kolaborasi ruang terbuka hijau (RTH) Taman Bungkul Surabaya terdapat dua indikator yang sebagai penunjang keberhasilan yaitu tidak ada unsur monopoli serta tidak ada aktor yang mengendalikan di dalam suatu organisasi tertentu. Namun terdapat pula hambatan diantaranya yaitu ketidak mandirian informasi, kurangnya rasa percaya antar stakeholders, serta kurangnya dalam berkomitmen.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dalam pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bungkul Surabaya serta model kolaborasi stakeholders di Taman Bungkul Surabaya yakni dari delapan indikator kolaborasi yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar stakeholders di Taman Bungkul Surabaya yang sangat minimum.Hal ini membuktikan bahwa dua faktor yang kolaborasinya antar stakeholders dalam pengelolaan Taman Bungkul Surabaya sudah terlaksana dengan optimal.

Untuk meningkatkan kolaborasi dalam pengelolaan Taman Bungkul Surabaya, perlu dilakukan pertemuan rutin yang melibatkan semua pihak terkait. Diskusi dan perencanaan bersama dapat membantu mengidentifikasi dan mengatasi tantangan yang dihadapi. Selain itu, penting untuk meningkatkan komunikasi dan kepercayaan antar stakeholders, serta memastikan komitmen yang kuat dalam mencapai tujuan bersama. Dengan demikian, kolaborasi dapat menjadi lebih efektif dan optimal dalam pengelolaan taman.

Read online
File size524.68 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test