AKPERAKBID BHAKTIHUSADAAKPERAKBID BHAKTIHUSADA

Jurnal Kesehatan Bhakti HusadaJurnal Kesehatan Bhakti Husada

Latar belakang: Salah satu faktor risiko hipertensi pada lansia adalah konsumsi kalium yang kurang adekuat. Salah satu tindakan pencegahan hipertensi pada lansia adalah mengonsumsi buah pisang ambon, yang hampir tidak mengandung natrium tetapi kaya akan kalium, vitamin B6, C, dan E. Vitamin E dan kalium dapat meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah sehingga mampu menurunkan tekanan darah, dan kalium juga membantu mengurangi kadar garam berlebih dalam tubuh dengan cara mengeluarkan melalui urine. Tujuan: Mengetahui terapi pisang ambon terhadap penurunan tekanan darah pada penderita lansia hipertensi. Metode: Metode yang digunakan adalah desain deskriptif dengan studi kasus asuhan keperawatan menggunakan terapi pisang ambon pada pasien hipertensi lansia. Responden yang diambil sebanyak dua pasien lanjut usia. Pengambilan data menggunakan sphymomanometer aneroid dan stetoscope. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan terapi pisang ambon selama 14 hari pagi dan sore hari dalam waktu 20 menit. Hasil: Setelah diberikan terapi, terdapat penurunan tekanan darah pada kedua responden dengan nilai rata-rata penurunan nilai sistole 19 mmHg dan nilai diastole 14 mmHG. Kesimpulan: Penerapan terapi pisang ambon efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien lansia hipertensi.

Terapi non farmakologi pemberian pisang ambon yang dilakukan selama 14 hari dalam waktu 20 menit mampu menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi.Hasil kedua kasus di atas menunjukkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik sebesar 19 mmHg dan diastolik sebesar 14 mmHg.Perawat diharapkan dapat mengaplikasikan pemberian pisang ambon pada pasien usia lansia dengan hipertensi.Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan pada kedua responden, dapat disimpulkan bahwa terapi pemberian pisang ambon efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur efektivitas terapi pisang ambon dalam menurunkan tekanan darah pada populasi yang lebih besar dan beragam. Kedua, studi komparatif antara terapi pisang ambon dengan terapi obat antihipertensi dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas dan keamanan kedua metode. Ketiga, penelitian tentang mekanisme kerja pisang ambon dalam menurunkan tekanan darah dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam tentang manfaat buah ini dalam pengelolaan hipertensi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam upaya pencegahan dan pengelolaan hipertensi pada lansia.

  1. Pemberian Puding Tomat Pisang Ambon Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia Hipertensi Di Posbindu Wilayah... jgp.poltekkes-mataram.ac.id/index.php/home/article/view/126Pemberian Puding Tomat Pisang Ambon Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia Hipertensi Di Posbindu Wilayah jgp poltekkes mataram ac index php home article view 126
  2. HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN UPAYA PERAWATAN KESEHATAN LANJUT USIA HIPERTENSI DIMASA PANDEMI COVID-19... doi.org/10.31596/jcu.v10i2.763HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN UPAYA PERAWATAN KESEHATAN LANJUT USIA HIPERTENSI DIMASA PANDEMI COVID 19 doi 10 31596 jcu v10i2 763
Read online
File size304.45 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test