UNPABUNPAB

Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik (JEpa)Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik (JEpa)

Upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi adalah mendorong ekspor dengan memberikan insentif fiskal kepada perusahaan di Kawasan Berikat. Perusahaan yang diberikan fasilitas ini harus berkomitmen untuk meningkatkan perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris terkait efek insentif fiskal dalam bentuk penangguhan bea masuk dan nilai tukar terhadap ekspor. Ini adalah studi kuantitatif menggunakan analisis regresi linier berganda menggunakan data sekunder dari 4 perusahaan di Kawasan Berikat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kalimantan Timur antara Januari 2019 dan Desember 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitasi fiskal memiliki efek positif dan signifikan terhadap nilai ekspor, sedangkan nilai tukar rupiah tidak memiliki efek signifikan. Hal ini mendukung upaya pemerintah dalam memberikan fasilitasi fiskal kepada perusahaan di Kawasan Berikat dengan menunjukkan bahwa hal ini meningkatkan ekspor.

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek insentif fiskal dalam bentuk penangguhan bea masuk terhadap ekspor di Kawasan Berikat, yang diukur dengan nilai ekspor.Data yang digunakan adalah data time series terkait ekspor di Kawasan Berikat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Timur (Kanwil Bea Cukai Kalbagtim) dalam periode 35 bulan (2019-2021).Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut.Nilai insentif fiskal dalam bentuk penangguhan bea masuk memiliki efek positif dan signifikan terhadap ekspor di Kawasan Berikat pada tingkat kepercayaan 95%.Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi insentif fiskal yang diberikan kepada perusahaan di Kawasan Berikat, semakin tinggi pula tingkat ekspor.Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat secara parsial tidak memiliki efek signifikan terhadap ekspor di Kawasan Berikat, atau dengan kata lain, fluktuasi nilai tukar rupiah tidak mempengaruhi nilai ekspor di Kawasan Berikat.Fasilitasi fiskal dari pemerintah di Kawasan Berikat memberikan efek positif dan signifikan terhadap pertumbuhan nilai ekspor, sehingga fasilitasi ini harus terus berjalan.Fasilitasi ini juga perlu diperluas sehingga pemerintah tidak hanya memfasilitasi industri besar, tetapi juga industri kecil dan menengah.Peningkatan ekspor ini membantu upaya Pemulihan Ekonomi Nasional dari pandemi saat ini.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: 1. Melakukan penelitian lebih lanjut untuk menganalisis dampak insentif fiskal terhadap ekspor di Kawasan Berikat dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti kinerja perusahaan, kebijakan pemerintah, dan kondisi pasar global. 2. Menganalisis efektivitas insentif fiskal dalam bentuk penangguhan bea masuk terhadap ekspor di Kawasan Berikat dengan membandingkan data sebelum dan sesudah penerapan insentif tersebut. 3. Meneliti dampak jangka panjang dari insentif fiskal terhadap ekspor di Kawasan Berikat, termasuk dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan kontribusi terhadap pendapatan negara. Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang efektivitas kebijakan insentif fiskal dalam mendukung ekspor dan pemulihan ekonomi nasional.

Read online
File size1.03 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test