UNPUNP

Journal of Education, Cultural and PoliticsJournal of Education, Cultural and Politics

Penelitian ini didorong oleh potensi penyebaran radikalisme di kalangan remaja yang dapat mempengaruhi pola kognitif, sikap, dan perilaku siswa. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki peran strategis dalam mencegah perkembangan ideologi radikal melalui pendidikan kewarganegaraan (PPKn). Studi ini bertujuan menjelaskan implementasi pencegahan radikalisme di SMAS Nurul Ikhlas X Koto, Kabupaten Tanah Datar, serta mengidentifikasi faktor pendukungnya. Metodologi kualitatif dengan desain deskriptif digunakan, melibatkan guru PPKn, kepala sekolah, wakil kepala, dan siswa melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa pencegahan radikalisme dilakukan melalui praktik belajar demokratis, contoh sikap moderat, menghargai pendapat siswa, menanamkan sikap anti‑radikal, serta mencegah pengelompokan siswa berdasarkan pandangan. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah terbuka, penerapan nilai universal, keterlibatan alumni dan wali murid, serta komunikasi yang berkelanjutan. Temuan ini menegaskan peran pembelajaran PPKn sebagai media strategis dalam pembentukan karakter toleran dan inklusif, serta kontribusi kolaborasi seluruh komponen sekolah dalam memperkuat pencegahan radikalisme di kalangan remaja.

Penelitian menunjukkan bahwa pencegahan radikalisme di kalangan remaja di SMAS Nurul Ikhlas X Koto dilakukan melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) sebagai upaya strategis dalam membentuk karakter siswa yang toleran dan inklusif.Penerapan strategi meliputi perlakuan demokratis, contoh sikap moderat, penghargaan pendapat, penanaman sikap anti‑radikal, dan pencegahan pengelompokan.Dukungan tambahan berasal dari lingkungan sekolah terbuka, nilai universal, keterlibatan alumni dan wali murid, serta komunikasi berkelanjutan.Dengan demikian, pencegahan radikalisme tidak hanya melalui pembelajaran di kelas tetapi juga melalui kolaborasi seluruh komponen sekolah.

Salah satu arah penelitian lanjut adalah mengkaji efektivitas program pelatihan kepemimpinan siswa yang menanamkan nilai toleransi dan keterampilan mediasi dalam mengurangi perilaku intoleransi di kalangan remaja. Penelitian berikutnya dapat menyelidiki dampak penglibatan alumni sebagai mentor dalam membentuk karakter moderat dan membangun rasa memiliki terhadap nilai Pancasila, serta menilai bagaimana interaksi alumni dengan siswa dapat menurunkan kecenderungan radikalitas. Terakhir, studi longitudinal dapat mengevaluasi perubahan pola kognitif dan perilaku siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran partisipatif di PPKn, guna mengukur dampak jangka panjang terhadap pencegahan radikalisme dan meningkatkan strategi pembelajaran yang adaptif.

  1. Upaya Pencegahan Potensi Radikalisme dengan Penanaman Ideologi Pancasila di Lingkup Sekolah | Journal... doi.org/10.37985/jer.v4i1.118Upaya Pencegahan Potensi Radikalisme dengan Penanaman Ideologi Pancasila di Lingkup Sekolah Journal doi 10 37985 jer v4i1 118
  2. Vol. 4 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Agustus 2024 | Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan. vol... doi.org/10.47709/educendikia.v4i02Vol 4 No 02 2024 Artikel Riset Edisi Agustus 2024 Edu Cendikia Jurnal Ilmiah Kependidikan vol doi 10 47709 educendikia v4i02
  3. Peran Pendidik Kewarganegaraan Guna Mencegah Radikalisme | JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. peran... jiip.stkipyapisdompu.ac.id/jiip/index.php/JIIP/article/view/5281Peran Pendidik Kewarganegaraan Guna Mencegah Radikalisme JIIP Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan peran jiip stkipyapisdompu ac jiip index php JIIP article view 5281
Read online
File size1000.67 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test