USBYPKPUSBYPKP

Jurnal Abdimas Sang BuanaJurnal Abdimas Sang Buana

Usaha Dawet Siwalan Bu Sumi di Desa Hendrosari, Gresik, menghadapi masalah utama pada tahap perajangan buah siwalan yang masih dilakukan secara manual. Proses ini memerlukan waktu lama, tenaga besar, dan menghasilkan rajangan yang tidak seragam sehingga kapasitas produksi terbatas dan tidak mampu memenuhi permintaan pasar. Tujuan optimalisasi ini adalah mengoptimalkan proses produksi dawet siwalan melalui penerapan inovasi teknologi mesin perajang siwalan yang efisien dan praktis. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, perancangan serta pembuatan mesin, pelatihan penggunaan bagi mitra, uji coba produksi, dan evaluasi dengan indikator efisiensi waktu, kapasitas, serta kualitas hasil rajangan. Hasil menunjukkan bahwa proses manual membutuhkan rata-rata 119,21 menit untuk mengolah 10 kg bahan, sedangkan dengan mesin hanya 30,28 menit. Penerapan mesin perajang meningkatkan efisiensi waktu hingga 74,6%, sekaligus memberikan hasil yang lebih stabil dan konsisten. Kesimpulannya, penggunaan teknologi tepat guna berupa mesin perajang siwalan terbukti meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produksi dawet siwalan. Inovasi ini juga memberikan dampak sosial‑ekonomi positif bagi usaha Bu Sumi dan masyarakat Desa Hendrosari.

Penggunaan mesin perajang siwalan mengurangi waktu pengerjaan rata‑rata 119,21 menit menjadi 30,28 menit, meningkatkan efisiensi waktu hingga 74,6 %.Selain itu, mesin menghasilkan rajangan yang lebih stabil dan konsisten dibandingkan dengan metode manual.Dengan demikian, penerapan teknologi mesin perajang terbukti efektif meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produksi dawet siwalan serta memberikan dampak sosial‑ekonomi positif.

Pertanyaan penelitian baru: bagaimana pengaruh penggunaan sistem sensor otomatis pada mesin perajang terhadap kualitas dan produktivitas siwalan? Penggunaan data rekam jejak produksi dapat dikembangkan menjadi model prediksi kapasitas produksi bila diterapkan machine learning, sehingga operator dapat mengoptimalkan jadwal produksi. Selanjutnya, penelitian lanjutan dapat menilai dampak jangka panjang adopsi mesin ini terhadap struktur tenaga kerja di desa, termasuk apakah mesin dapat mengurangi beban kerja manual atau membuka peluang kerja baru.

Read online
File size436.24 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test