UGMUGM

Journal of Indonesian Economy and BusinessJournal of Indonesian Economy and Business

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi teoritis terhadap literatur tentang pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan menyediakan bukti empiris tentang peran tata kelola perusahaan (TKP), jenis kepemilikan, dan struktur modal perusahaan di Indonesia dalam mencapai TPB. Penelitian ini didorong oleh fenomena bahwa sektor bisnis memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi, kerusakan lingkungan alam, serta pelestariannya, dan kehidupan sosial masyarakat lokal dan global. Keterlibatan aktif dunia usaha diperlukan untuk mendukung pencapaian TPB. Penelitian ini penting karena direktur utama dan komisaris utama (sebagai perwakilan TKP) adalah pihak yang memainkan peran terbesar dalam perusahaan mereka dalam mencapai TPB. Selain itu, pemilik dapat menekan direktur dan komisaris untuk berkomitmen mencapai TPB. Struktur modal yang mencerminkan fleksibilitas keuangan perusahaan juga memainkan peran dalam mewujudkan TPB. Penelitian ini menggunakan perwakilan unik untuk variabel TPB dan TKP. TPB diwakili menggunakan indeks TPB, yang mencakup 17 bidang TPB, terdiri dari 101 item. TKP diwakili oleh kompetensi direktur utama dan komisaris utama. Kompetensi diukur melalui tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan wawasan global. Selain itu, penelitian yang menyelidiki efek dari empat jenis kepemilikan dan struktur modal terhadap TPB masih sangat terbatas. Penelitian ini dilakukan pada semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2017 hingga 2021. Sampel diambil secara purposive, dengan kriteria tertentu. Variabel dependen adalah TPB, sedangkan variabel independen adalah TKP, jenis kepemilikan, dan struktur modal. Teknik analisis menggunakan regresi linear berganda. Penelitian ini membuktikan bahwa komisaris utama, pemerintah, dan pemegang saham individu, serta leverage memiliki efek positif signifikan terhadap pengungkapan TPB. Sementara itu, pemegang saham institusi domestik, struktur modal, dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap pengungkapan TPB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komisaris utama, pemerintah, dan pemegang saham individu menjadi pemegang saham kunci yang berpengaruh signifikan terhadap kebijakan pengungkapan TPB perusahaan. Sehingga, hasil penelitian ini mengonfirmasi dan mendukung teori pemangku kepentingan dan teori stewardship.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komisaris utama, pemerintah, dan pemegang saham individu memiliki peran penting dalam mewujudkan TPB.Sementara itu, pemegang saham institusi domestik, struktur kepemilikan dengan persentase ekuitas tinggi, menghambat implementasi TPB.Kontribusi nyata terhadap pencapaian TPB harus terus dipromosikan, dan peraturan harus ditegakkan untuk mewajibkan setiap perusahaan untuk menerapkan dan mengungkap praktik dan kebijakan TPB.Jawabannya adalah kerusakan terhadap lingkungan alam terus terjadi akibat operasi perusahaan.Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bahwa komisaris utama, pemerintah, dan pemegang saham individu memiliki peran signifikan dalam mewujudkan TPB.Sementara itu, pemegang saham institusi domestik dan struktur kepemilikan dengan persentase ekuitas tinggi menghambat implementasi TPB.Penelitian ini juga memberikan kontribusi praktis bahwa institusi masyarakat yang peduli dengan lingkungan dan TPB baik di dalam maupun di luar negeri harus memberikan perhatian ekstra dalam memantau dan terus mengungkap isu-isu TPB di Indonesia.Dewan Perwakilan Rakyat, pejabat, dan elit politik negara tidak dapat diharapkan untuk mencegah kerusakan lingkungan, berdasarkan hasil inspeksi (Greenpeace, 2021) yang menemukan dugaan bahwa banyak elit politik Indonesia terlibat dalam perusahaan yang berkontribusi pada kerusakan lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menilai integritas dan komitmen direktur utama dan komisaris utama. Meskipun kompetensi mereka, secara rata-rata, memiliki skor kompetensi tinggi di atas 80, mereka belum tentu memiliki integritas dan komitmen tinggi dalam mewujudkan TPB. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dapat menilai integritas dan komitmen direktur utama dan komisaris utama. Kedua, penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya menilai kompetensi direktur utama dan komisaris, dan belum menilai integritas dan komitmen. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih lanjut tentang integritas dan komitmen direktur utama dan komisaris utama dalam mewujudkan TPB. Ketiga, penelitian ini memiliki sampel relatif kecil karena tidak semua perusahaan menerbitkan laporan keberlanjutan secara berturut-turut selama lima tahun observasi penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar otoritas yang berwenang mewajibkan pengungkapan laporan keberlanjutan untuk perusahaan yang go public.

  1. The Impact of Characteristics, Independence, Diversity, and Activities of the Board of Director on the... dinastipub.org/DIJEMSS/article/view/1584The Impact of Characteristics Independence Diversity and Activities of the Board of Director on the dinastipub DIJEMSS article view 1584
  2. THE RELATIONSHIP BETWEEN THE USE OF A PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM, ORGANIZATIONAL FACTORS, ACCOUNTABILITY,... doi.org/10.22146/jieb.10317THE RELATIONSHIP BETWEEN THE USE OF A PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM ORGANIZATIONAL FACTORS ACCOUNTABILITY doi 10 22146 jieb 10317
Read online
File size625.21 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test