STPI PAJAKSTPI PAJAK
Journal of Tax and BusinessJournal of Tax and BusinessPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari variabel Mutasi Keria dan Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening di DI Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok, Bogor Cileungsi Dan Bogor Kota. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif. Persepsi responden merupakan data kualitatif yang akan diukur dengan suatu skala sehingga hasilnya berbentuk angka. Selanjutnya angka atau skor tersebut diolah dengan metode statistik. Model penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan teknik path analysis (analisis jalur) menggunakan program SPSS 25.0. Pengambilan sampel mengunakan metode slovin yang menghasilkan sampel sebanyak 76 orang yang digunakan sebagai responden. Uji vang dilakukan untuk menguji instrumen penelitian adalah uji validitas, uji reliabilitas dan uji asumsi klasik, Uji Multi Kolinieritas, Uji Heterokedastisitas dan Uji Analivis Jalur (Path Analséy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutasi kerja, beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, mutasi kerja dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kineria karvawan sementara itu beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kincria karvawan. Mutasi kerja dan Beban Kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening.
Berdasarkan hasil analisa dan pengujian hipotesis yang sudah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan sebagai berikut.Mutasi Kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada karyawan BPJS Ketenagakerjaan Depok, Bogor Cileungsi dan Bogor Kota yang berarti bahwa apabila pengelolaan mutasi kerja ditingkatkan maka berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.Beban Kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada karyawan BPJS Ketenagakerjaan Depok, Bogor Cileungsi dan Bogor Kota yang berarti bila pengelolaan beban kerja ditingkatkan maka berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.Mutasi Kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan BPJS Ketenagakerjaan Depok, Bogor Cileungsi dan Bogor Kota yang berarti bahwa apabila pengelolaan mutasi kerja ditingkatkan maka kinerja karyawan akan meningkat.Sebaliknya, apabila pengelolaan mutasi kerja menurun maka kinerja karyawan akan menurun.Beban kerja tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan BPJS Ketenagakerjaan Depok, Bogor Cileungsi dan Bogor Kota yang berarti bahwa apabila tata kelola beban kerja ditingkatkan maka tidak akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.Kepuasan kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan BPJS Ketenagakerjaan Depok, Bogor Cileungsi dan Bogor Kota yang berarti bahwa apabila kepuasani kerja ditingkatkan maka kinerja kerja karyawan akan meningkat.Sebaliknya, apabila kepuasan kerja rendah maka kinerja karyawan akan menurun.Mutasi kerja melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok, Bogor Cileungsi dan Bogor Kota e.Beban kerja melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok, Bogor Cileungsi dan Bogor Kota).
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar perusahaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok, Bogor Cileungsi dan Bogor Kota dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan dengan cara mengelola mutasi kerja dan beban kerja secara efektif. Perusahaan dapat mempertimbangkan lokasi keluarga karyawan saat melakukan mutasi kerja, serta memastikan beban kerja yang diberikan kepada karyawan tidak terlalu tinggi agar tidak mempengaruhi kinerja mereka. Selain itu, perusahaan juga dapat fokus pada pengembangan karyawan dan kesejahteraan mereka, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi secara keseluruhan. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut hubungan antara mutasi kerja, beban kerja, dan kepuasan kerja dengan kinerja karyawan, serta mengidentifikasi strategi manajemen sumber daya manusia yang dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih mendukung dan meningkatkan kinerja karyawan.
| File size | 328.53 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNSURUNSUR Colletotrichum capsici Butler & Bisby is a significant fungus causing anthracnose disease. Growing concerns regarding chemical residues, fungicide resistance,Colletotrichum capsici Butler & Bisby is a significant fungus causing anthracnose disease. Growing concerns regarding chemical residues, fungicide resistance,
UNSURUNSUR Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh khitosan terhadap intensitas serangan C. capsici pada buah cabai pascapanen. Berdasarkan hasil penelitian,Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh khitosan terhadap intensitas serangan C. capsici pada buah cabai pascapanen. Berdasarkan hasil penelitian,
UNSURUNSUR Rancangan percobaan yang digunakan adalah faktorial dengan faktor pertama kedalaman chiseling, dan jarak alur chiseling sebagai faktor kedua. Hasil percobaanRancangan percobaan yang digunakan adalah faktorial dengan faktor pertama kedalaman chiseling, dan jarak alur chiseling sebagai faktor kedua. Hasil percobaan
UNSURUNSUR Oleh karena itu diadakan penelitian untuk mengidentifikasi spesies kutu kebul, mengetahui tingkat populasinya dan kejadian penyakit virus yang ditularkanOleh karena itu diadakan penelitian untuk mengidentifikasi spesies kutu kebul, mengetahui tingkat populasinya dan kejadian penyakit virus yang ditularkan
UNSURUNSUR Posisi tengah unggul pada jumlah cabang dan jumlah tunas yang tumbuh pada konsentrasi 5 gr/50 ml, serta jumlah daun pada konsentrasi 0 gr/50 ml.Posisi tengah unggul pada jumlah cabang dan jumlah tunas yang tumbuh pada konsentrasi 5 gr/50 ml, serta jumlah daun pada konsentrasi 0 gr/50 ml.
UNSURUNSUR Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan tingkat pemberian SP36 yaitu: 0 , 25 , 50 , 75 , 100 , 125 dan 150 kg/ha denganPenelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 7 perlakuan tingkat pemberian SP36 yaitu: 0 , 25 , 50 , 75 , 100 , 125 dan 150 kg/ha dengan
SEMINAR IDSEMINAR ID SPM memperlemah pengaruh Coretax dan memperkuat pengaruh sanksi perpajakan. Dengan demikian, sanksi perpajakan berperan penting dalam mendorong peningkatanSPM memperlemah pengaruh Coretax dan memperkuat pengaruh sanksi perpajakan. Dengan demikian, sanksi perpajakan berperan penting dalam mendorong peningkatan
AN NADWAHAN NADWAH Selanjutnya, program pengembangan dan pelatihan yang dijalankan menerapkan pendekatan dual-track dan triple-track, di mana penguatan kompetensi teknisSelanjutnya, program pengembangan dan pelatihan yang dijalankan menerapkan pendekatan dual-track dan triple-track, di mana penguatan kompetensi teknis
Useful /
UNSURUNSUR 173,08 ton dan 2. 367 trip per tahun. Kondisi ekonomi menunjukkan bahwa keuntungan maksimum diperoleh pada kondisi MEY dengan keuntungan Rp 36 710 496173,08 ton dan 2. 367 trip per tahun. Kondisi ekonomi menunjukkan bahwa keuntungan maksimum diperoleh pada kondisi MEY dengan keuntungan Rp 36 710 496
UNSURUNSUR Pengembangan usaha tani cabai rawit merah layak untuk diusahakan dan cukup menguntungkan, hal ini terlihat dari nilai R/C ratio sebesar 1,99, Nilai NPVPengembangan usaha tani cabai rawit merah layak untuk diusahakan dan cukup menguntungkan, hal ini terlihat dari nilai R/C ratio sebesar 1,99, Nilai NPV
STPI PAJAKSTPI PAJAK Metode yang digunakan adalah penelitian eksplanatori dengan analisis statistik regresi, korelasi, determinasi, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkanMetode yang digunakan adalah penelitian eksplanatori dengan analisis statistik regresi, korelasi, determinasi, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan
STPI PAJAKSTPI PAJAK Dari hasil uji koefisien determinasi diketahui besarnya R Square yaitu 0,29 atau 29%, yang menjelaskan bahwa 29% keputusan pembelian produk berlabel halalDari hasil uji koefisien determinasi diketahui besarnya R Square yaitu 0,29 atau 29%, yang menjelaskan bahwa 29% keputusan pembelian produk berlabel halal