STKIP MELAWISTKIP MELAWI

QUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan AplikasinyaQUANTUM: Jurnal Pembelajaran IPA dan Aplikasinya

Ice breaking merupakan salah satu teknik pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, inovatif, dan menarik dalam penerapan pada proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan masalah yakni kurangnya motivasi belajar khususnya motivasi ekstrinsik dan siswa mengalami kendala dalam konsentrasi belajar pada pembelajaran IPA. Oleh sebab itu, tujuan riset adalah untuk mengetahui seberapa besar kelas III SD Negeri 06 Merau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif tipe pre‑eksperimental one‑group pre‑test post‑test design. Sampel berjumlah 20 siswa kelas III SDN 06 Merau. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan uji normalitas dan uji‑t. Hasil penelitian menunjukkan motivasi ekstrinsik siswa dalam pembelajaran IPA dengan pre‑test sebesar 39 % dan post‑test sebesar 60 %. Hasil uji hipotesis diperoleh t hitung 1,837 dan t table 1,761. Dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak, teknik pembelajaran ice breaking berpengaruh signifikan terhadap motivasi ekstrinsik belajar IPA siswa kelas III SDN 06 Merau.

Penggunaan teknik ice breaking meningkatkan motivasi ekstrinsik belajar siswa IPA secara signifikan, dengan skor pre‑test 39 % menjadi 60 % post‑test.Penerapan kegiatan ice breaking menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, dinamis, dan interaktif, sehingga meningkatkan konsentrasi dan partisipasi siswa.Oleh karena itu, teknik ice breaking diharapkan dapat menjadi strategi efektif untuk memotivasi siswa secara ekstrinsik dalam pelajaran IPA di tingkat SD.

Penelitian berikutnya dapat mengkaji efek jangka panjang teknik ice breaking pada motivasi intrinsik dan hasil belajar siswa, dengan menambahkan pengukuran motivasi intrinsik sebelum dan sesudah intervensi selama satu semester. Selain itu, studi dapat memperluas cakupan dengan membandingkan efektivitas ice breaking pada pelajaran IPA dengan pelajaran lain seperti Matematika atau Bahasa, guna mengetahui apakah dampaknya bersifat universal atau spesifik. Penelitian lanjutan juga dapat meneliti peran guru dalam menyusun dan menerapkan ice breaking, misalnya melalui pelatihan intensif, dan menilai pengaruhnya pada kesiapan guru serta persepsi siswa terhadap kegiatan tersebut, sehingga dapat dikembangkan model pelatihan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.

Read online
File size448.92 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test