UNIPAUNIPA

CassowaryCassowary

Penelitian ini dirancang untuk menentukan keragaman sagu (Metroxylon sagu Rottb.) dan potensi produksi pati setiap varietas di Distrik Aranday, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Metode eksploratif-deskriptif digunakan dengan menggabungkan karakterisasi morfologi, pengetahuan asli Sebyar, dan kuantifikasi hasil pati. Tiga varietas lokal (Bitanonggi, Ponggri, dan Kikitor) dipilih secara purposif dengan tiga replikasi per varietas. Hasil menunjukkan luas hutan sagu total 4.877,08 ha, tersebar di empat kampung, dengan dominasi Aranday (53,84 %). Dari segi morfologi, Bitanonggi memegang diameter batang terbesar (44.0–52.7 cm) dan tinggi tertinggi (10.4–18.0 m), diikuti Ponggri dan Kikitor. Pati basah per pohon tertinggi tercapai oleh Bitanonggi (296 kg), diikuti Ponggri (287 kg) dan Kikitor (198 kg). Diameter batang dan volume batang terbukti menjadi atribut morfologi utama yang mengontrol produktivitas pati. Kondisi fase muda dan struktur volume batang menjanjikan potensi pengembangan berkelanjutan sago lokal, yang dapat menjadi dasar ilmiah untuk konservasi dan pemanfaatan varietas sagu melalui potensi ekologis serta pengetahuan lokal.

Keragaman hutan sagu di Distrik Aranday mencakup 4.877,08 ha dan tersebar di empat kampung, dengan varian Bitanonggi, Ponggri, dan Kikitor yang memiliki perbedaan morfologi signifikan.Varietas Bitanonggi memiliki diameter batang terbesar dan volume biomassa tertinggi, sehingga menghasilkan pati terbanyak dibandingkan Ponggri dan Kikitor.Diameter dan volume batang merupakan faktor utama yang memengaruhi produksi pati, sehingga varietas dengan ukuran batang lebih besar memiliki potensi produktivitas yang lebih tinggi.

Pertanyaan penelitian berikut dapat memperluas pemahaman tentang sago di Aranday: (1) Bagaimana interaksi faktor genetik dan lingkungan (topografi, kelembapan, dan nutrisi tanah) memengaruhi morfologi batang dan kandungan pati pada varietas Bitanonggi, Ponggri, dan Kikitor?. (2) Apakah teknik adaptasi pengelolaan hutan sagu berbasis pengetahuan lokal dapat meningkatkan efisiensi produksi pati tanpa mengorbankan keanekaragaman genetik dan keberlanjutan ekosistem?. (3) Sejauh mana eksplorasi potensi fermentasi dan pemrosesan tradisional dapat mengubah kualitas dan nilai tambah pati sagu, khususnya dalam konteks pengembangan industri bioenergi lokal dan diversifikasi pangan?.

  1. Keragaman Morfologi dan Genetik Beberapa Aksesi Tanaman Sagu (Metroxylon Sagu Rottb.) Berdasarkan Penanda... doi.org/10.30862/casssowary.cs.v5.i1.93Keragaman Morfologi dan Genetik Beberapa Aksesi Tanaman Sagu Metroxylon Sagu Rottb Berdasarkan Penanda doi 10 30862 casssowary cs v5 i1 93
  2. Genetic diversity of sago palm (Metroxylon sagu) accessions based on plastid cpDNA matK gene as DNA barcoding... smujo.id/biodiv/article/view/4780Genetic diversity of sago palm Metroxylon sagu accessions based on plastid cpDNA matK gene as DNA barcoding smujo biodiv article view 4780
  3. The spatial distribution of sago palm landscape Sentani watershed in Jayapura District, Papua Province,... doi.org/10.13057/biodiv/d220926The spatial distribution of sago palm landscape Sentani watershed in Jayapura District Papua Province doi 10 13057 biodiv d220926
  4. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org/10.1088/1757-899X/935/1/012023Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 1757 899X 935 1 012023
Read online
File size917.63 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test