STIEMAHARDHIKASTIEMAHARDHIKA

Jurnal Hilirisasi Pengabdian MasyarakatJurnal Hilirisasi Pengabdian Masyarakat

Tempe merupakan makanan yang familiar bagi orang-orang Indonesia. Makanan ini kaya akan nilai gizi terutama protein, selain harganya lebih murah dibandingkan dengan sumber protein yang berasal dari hewani rasanya pun sangat digemari, selain sebagai lauk pauk untuk makan, sekarang tempe juga dikembangkan menjadi makanan ringan. Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Tujuan utama artikel ini adalah untuk mengetahui rencana perhitungan penyusunan anggaran keuangan untuk mengolah kedelai menjadi tempe siap jual.

Dari analisis dan pembahasan yang telah dilakukan di Homemade Tempe Malang Anugrah, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.1) Dalam perencanaan penataan anggaran biaya produksi Homemade Tempe Malang Anugrah sudah mempraktikkan metode bottom up, yaitu perusahaan mengikut sertakan semua bagian-bagian mulai dari bagian terendah sampai bagian tertinggi untuk memberikan usulan, ide, dan saran tentang anggaran periode selanjutnya.Tetapi dalam penyusunannya Homemade Tempe Malang Anugrah membuat perencanaan anggaran produksi menjadi 2 bagian yaitu biaya tetap dan biaya variabel dalam satu bulan.Hal ini belum sesuai dengan pencatatan akuntansi yang baik dan benar, dimana anggaran biaya produksi dibagi menjadi 3 bagian, diantaranya.biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.2) Anggaran biaya produksi pada Homemade Tempe Malang Anugrah belum sepenuhnya berperan sebagai alat perencanaan dan pengendalian anggaran biaya produksi karena masih terdapat penyimpangan-penyimpangan yang melebihi standar yang telah ditetapkan, baik penyimpangan yang menguntungkan (favorable) maupun penyimpangan merugikan (Unfavorable).

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara berbagai metode perencanaan anggaran biaya produksi yang digunakan oleh produsen tempe di Indonesia. Penelitian ini dapat mengeksplorasi manfaat dan tantangan dari setiap metode, serta menganalisis bagaimana metode-metode tersebut dapat disesuaikan dengan karakteristik industri tempe yang unik. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengembangan model peramalan penjualan yang lebih akurat untuk tempe, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tren konsumsi, musim, dan preferensi konsumen. Model peramalan yang lebih canggih dapat membantu produsen tempe dalam merencanakan produksi dan anggaran dengan lebih efektif. Terakhir, penelitian lanjutan dapat menyelidiki strategi pemasaran dan distribusi tempe yang inovatif, terutama dalam konteks pasar global. Dengan semakin populernya tempe di luar negeri, penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana produsen tempe Indonesia dapat memanfaatkan peluang pasar internasional dan bersaing di pasar global dengan strategi pemasaran yang efektif.

Read online
File size282.47 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test