UNHASUNHAS

Case Study in EngineeringCase Study in Engineering

Penelitian ini memeriksa dampak transisi energi, pertumbuhan hijau, dan emisi pada pertumbuhan ekonomi di 36 negara Asia-Pasifik menggunakan pendekatan spline. Melalui data lintas negara tahun 2022 dan 2023, penelitian ini mengeksplorasi hubungan non-linear antara variabel-variabel tersebut dan memberikan wawasan tentang pencapaian pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Hasilnya menunjukkan bahwa negara dengan Indeks Transisi Energi di bawah 47,02 dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,41 %, sementara negara dengan indeks antara 47,02–54,44 mengalami potensi pertumbuhan lebih tinggi sebesar 0,67 %. Namun, negara dengan indeks di atas 65,71 mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 0,59 %. Indeks Pertumbuhan Hijau menunjukkan efek non-linear, dengan negara di bawah 43,19 mengalami peningkatan 0,16 %, sementara yang berada di kisaran 43,19–53,82 menurun 0,13 %. Emisi secara menegatif mempengaruhi pertumbuhan, dimana negara dengan emisi di bawah 265,53 MtCO2e masih mengalami pertumbuhan 0,01 %, sementara yang melebihi 522,51 MtCO2e menurun hingga 0,10 %. Temuan ini menekankan perlunya strategi khusus yang menitikberatkan pada investasi energi terbarukan, inovasi hijau, dan pengurangan emisi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah Asia-Pasifik.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa transisi energi, pertumbuhan hijau, dan emisi memengaruhi pertumbuhan ekonomi secara non-linear di negara-negara Asia‑Pasifik.Peningkatan indeks transisi energi dan pertumbuhan hijau pada level tertentu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, sedangkan emisi tinggi menurunkan pertumbuhan.Kebijakan yang berbeda harus dirancang mengikuti threshold spesifik tiap indikator untuk memaksimalkan pertumbuhan berkelanjutan.

Penelitian lanjutan sebaiknya mengevaluasi dampak jangka panjang transisi energi dengan data panel multi‑tahun, fokus pada cara negara berkembang mengatasi hambatan modal dan teknologi dalam adopsi energi terbarukan, serta menilai peran kebijakan fiskal dan insentif terhadap peningkatan indeks pertumbuhan hijau. Analisis perbandingan antar‑suku pendapatan dapat mengidentifikasi pola adaptasi yang berbeda, sementara studi tentang interaksi antara kebijakan lingkungan dan ketahanan energi dapat mengungkap mekanisme kebijakan yang paling efektif. Terakhir, penelitian dapat memperluas variabel independen dengan memasukkan kualitas kelembagaan, keterbukaan perdagangan, dan inovasi teknologi untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh tentang faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah Asia‑Pasifik.

  1. Modeling of poverty level in South Sulawesi Province through spline nonparametric regression approach... doi.org/10.28919/cmbn/7946Modeling of poverty level in South Sulawesi Province through spline nonparametric regression approach doi 10 28919 cmbn 7946
  2. The Analysis of Inclusive Green Growth In Indonesia | Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan. analysis... journal.umy.ac.id/index.php/esp/article/view/13811The Analysis of Inclusive Green Growth In Indonesia Jurnal Ekonomi Studi Pembangunan analysis journal umy ac index php esp article view 13811
Read online
File size827.26 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test