STIALANSTIALAN

Jurnal Good GovernanceJurnal Good Governance

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi kebijakan fiskal ekspansif melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 tentang Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia selama pandemi Covid-19. Kajian ini menggunakan kerangka teori intervensi negara dari Musgrave (1989) dan teori rezim negara kesejahteraan dari Esping-Andersen (1990), yang bersama-sama menjelaskan peran negara dalam menyeimbangkan efisiensi ekonomi dengan keadilan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen terhadap regulasi, laporan resmi pemerintah, serta data lembaga negara untuk menilai efektivitas dan tata kelola kebijakan fiskal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan fiskal ekspansif melalui Program PEN berhasil menahan kontraksi ekonomi dan memulihkan pertumbuhan secara bertahap, namun belum mencapai inklusivitas yang diharapkan akibat lemahnya koordinasi antar lembaga, ketidaktepatan sasaran penerima manfaat, dan keterbatasan kapasitas tata kelola fiskal. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas kebijakan fiskal tidak hanya ditentukan oleh besarnya stimulus ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan institusional negara dalam mengelola kebijakan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Kesimpulannya, keberlanjutan kebijakan fiskal pascapandemi menuntut penguatan tata kelola, integrasi data fiskal nasional, dan pengembangan mekanisme pembiayaan berkelanjutan sebagai dasar pembentukan negara kesejahteraan yang tangguh dan adaptif terhadap krisis.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan fiskal ekspansif Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berhasil menstabilkan ekonomi makro selama pandemi COVID-19, namun efektivitasnya belum inklusif akibat tantangan tata kelola seperti ketidaktepatan sasaran dan koordinasi antarlembaga yang lemah.Secara teoretis, kebijakan ini mengintegrasikan peran intervensi negara (Musgrave) dalam stabilisasi dan distribusi ekonomi dengan dimensi sosial-politik negara kesejahteraan (Esping-Andersen), menegaskan bahwa keberhasilan fiskal tidak hanya pada stimulus tetapi juga pada kemampuan institusional mewujudkan keadilan sosial.Oleh karena itu, keberlanjutan fiskal pascapandemi menuntut penguatan tata kelola, integrasi data, transparansi, dan evaluasi partisipatif untuk membangun sistem ekonomi yang lebih tangguh, adil, dan adaptif, bukan sekadar respons reaktif terhadap krisis.

Untuk memastikan kebijakan fiskal di Indonesia tidak hanya reaktif saat krisis, tetapi juga mampu membangun pondasi ekonomi yang lebih kuat dan adil, beberapa arah penelitian lanjutan perlu dipertimbangkan. Pertama, penting untuk mengkaji secara mendalam bagaimana kebijakan fiskal ekspansif benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya di tingkat mikro, khususnya oleh usaha kecil dan masyarakat rentan. Sebuah studi dapat meneliti hambatan dan kemudahan akses kelompok ini terhadap stimulus pemerintah melalui wawancara pelaku UMKM serta membandingkan dampak di berbagai wilayah, guna memahami ketidakmerataan pemulihan dan perbaikan tata kelola. Kedua, dengan mempertimbangkan krisis iklim, sangat bermanfaat meneliti bagaimana kebijakan fiskal dapat dialihkan untuk mendukung ekonomi berkelanjutan. Penelitian dapat mengidentifikasi insentif fiskal seperti pajak karbon atau subsidi energi terbarukan yang efektif untuk transisi hijau di Indonesia, seraya mendiversifikasi sumber pendapatan negara agar tidak bergantung pada utang dan tetap membiayai program lingkungan sosial. Terakhir, perlu ada kajian mengenai pengembangan sistem data fiskal nasional yang terpadu dan transparan, mengeksplorasi desain optimal dan mekanisme pengawasan untuk menghubungkan semua data bantuan sosial, perpajakan, dan belanja pemerintah antarlembaga secara efektif. Ini juga harus mencakup cara melibatkan masyarakat lebih aktif dalam pengawasan dan pemberian masukan, demi akuntabilitas pemerintah dan relevansi kebijakan dengan kebutuhan riil warga.

Read online
File size338.07 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test