USMUSM

Indonesian Journal of Spatial PlanningIndonesian Journal of Spatial Planning

Kecamatan Semarang Tengah merupakan salah satu dari enam belas kecamatan yang ada di Kota Semarang dan membentuk kawasan segitiga emas Kota Semarang. Penciptaan kawasan ekonomi terpadu merupakan kebijakan yang dilakukan pemerintah dengan bertujuan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan. Kawasan Ekonomi Terpadu berperan sebagai mesin pembangunan (main engine) di sekitar kawasan melalui ketersediaan wilayah pertumbuhan ekonomi yang menyertainya dengan menyediakan fasilitas yang dapat menciptakan peluang bagi dunia usaha. Kawasan ekonomi terpadu ini pada akhirnya akan memberi warna tersendiri pada arsitektur kota di kawasan pusat Kota Semarang. Tujuan penelitian ini adalah merencanakan tata ruang arsitektural Kecamatan Semarang Tengah sebagai kawasan ekonomi terpadu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan fenomena perekonomian terpadu di wilayah pusat Kota Semarang. Hasil penelitian ini menjelaskan bentuk dan arah pertumbuhan spasial arsitektur perkotaan di Kota Semarang sebagai kawasan ekonomi terpadu.

Kondisi permukiman dan ketersediaan sarana serta prasarana di Kecamatan Semarang Tengah mayoritas sudah cukup memadai dengan kualitas yang baik dan akses mudah.Kawasan ini diarahkan sebagai Kawasan Ekonomi Berbasis Perdagangan dan UMKM serta Kawasan Strategis Ekonomi Berbasis Pariwisata.Arahan lokasi mencakup kawasan strategis ekonomi berbasis perdagangan-UMKM di sepanjang jalan utama dan kawasan strategis berbasis pariwisata di Lawang Sewu dan Kampung Pecinan sebagai zona inti, pendukung, dan terkait.

Pertama, perlu penelitian mengenai bagaimana integrasi budaya lokal dalam desain arsitektur dapat mendukung keberlanjutan ekonomi di kawasan perdagangan modern, khususnya di sepanjang Jalan Pemuda dan Simpang Lima. Kedua, penting untuk mengkaji model transportasi umum berbasis ramah lingkungan yang mampu mengurangi kemacetan dan mendukung aksesibilitas wisatawan ke kawasan heritage seperti Lawang Sewu dan Kampung Pecinan. Ketiga, diperlukan studi tentang pengaruh revitalisasi RTH dan sempadan sungai terhadap kenyamanan iklim mikro perkotaan dan daya tarik ekowisata di pusat kota, dengan pengembangan indikator spasial berbasis partisipasi masyarakat.

Read online
File size617.29 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test