JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF

Journal of Earth KingdomJournal of Earth Kingdom

Penelitian ini membahas isu kritis pada era saat ini, yaitu kekerasan terhadap perempuan. Penelitian ini menyelidiki bentuk pelayanan sosial bagi korban tindak kekerasan yang diberikan oleh lembaga formal. Penelitian ini berfokus pada isu-isu korban terkait kekerasan terhadap perempuan ke Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Penelitian ini merupakan implementasi Peraturan Indonesia Nomor 65 Tahun 2005 tentang Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Selama hampir dua dekade sejak peraturan tersebut diterapkan, penelitian ini mengeksplorasi implementasi yang sebenarnya, terutama di daerah saat ini di mana kekerasan berbasis gender meningkat secara dramatis. Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki secara kritis beberapa faktor yang menarik kekerasan terhadap perempuan, yaitu hukum dan pola masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, termasuk wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis konten melalui regulasi formal. Penelitian ini juga memanfaatkan teori implementasi regulasi untuk memastikan beberapa aspek, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada kekurangan, terutama dalam aspek komunikasi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa hal ini dapat mencegah masyarakat dari memanfaatkan pelayanan sosial yang diberikan oleh lembaga formal untuk mengakses keadilan yang tepat. Saat ini, tidak ada sosialisasi optimal yang dilakukan oleh Kantor Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, meskipun sudah memiliki beberapa program. Peneliti menyarankan untuk memastikan kesadaran dan pengetahuan yang tepat di antara warga agar dapat membuat laporan mengenai kekerasan berbasis gender adalah kunci. Sehingga, mitigasi terkait isu ini dapat ditangani dengan baik dan inklusif.

Berdasarkan diskusi penelitian, penulis dapat menyimpulkan bahwa Penanganan Layanan Pengaduan Korban Kekerasan terhadap Perempuan di Kantor Komisi Nasional Perempuan menyimpulkan bahwa penanganan pengaduan terhadap korban tindak kekerasan terhadap perempuan di Kantor Komisi Nasional Perempuan belum optimal, berdasarkan tujuan penelitian beberapa faktor menghambat penanganan implementasinya, yaitu bagian komunikasi.Secara teknis dari indikator komunikasi, masyarakat masih belum mengetahui bagaimana melaporkan dengan benar dan tepat pengaduan korban tindak kekerasan terhadap perempuan di kantor Komisi Nasional Perempuan, karena belum ada pendidikan untuk masyarakat yang dilakukan oleh kantor Komisi Nasional Perempuan.

Untuk meningkatkan efektivitas penanganan kekerasan terhadap perempuan, perlu dilakukan sosialisasi yang lebih luas dan intensif mengenai mekanisme pelaporan dan layanan yang tersedia. Sosialisasi ini dapat dilakukan melalui berbagai saluran media, termasuk media sosial, dan melibatkan berbagai pihak seperti organisasi masyarakat, kelompok advokasi, dan lembaga pendidikan. Selain itu, penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lembaga formal yang menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan. Pelatihan dan pengembangan profesional dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan staf dalam menangani kasus-kasus ini secara efektif. Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada evaluasi dampak sosialisasi dan pelatihan tersebut, serta mengidentifikasi strategi-strategi inovatif untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan bagi korban kekerasan. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan. Pengembangan aplikasi atau platform online yang mudah diakses dan digunakan dapat menjadi solusi untuk memudahkan pelaporan dan pemantauan kasus-kasus kekerasan. Penelitian juga dapat menyelidiki tantangan-tantangan yang dihadapi oleh korban dalam mengakses layanan, seperti hambatan budaya atau sosial, dan mengembangkan strategi-strategi untuk mengatasi hambatan tersebut. Dengan menggabungkan sosialisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan inovasi teknologi, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pengembangan strategi komprehensif untuk mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan memastikan bahwa korban mendapatkan akses ke layanan yang mereka butuhkan.

  1. Violence against women: addressing the victims’ issues through formal institution | Journal of... journal-iasssf.com/index.php/JEK/article/view/31Violence against women addressing the victimsAo issues through formal institution Journal of journal iasssf index php JEK article view 31
Read online
File size300.54 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test