BSIBSI

Jurnal Abdimas Ekonomi dan BisnisJurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Paku, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, dengan fokus pada pendampingan produksi dan pemasaran digital produk Bolu Cupu. Program ini berangkat dari permasalahan yang dihadapi Industri Rumah Tangga (IRT) Bolu Cupu “Hikmah, yaitu keterbatasan peralatan produksi, kendala dalam pengadaan bahan baku, serta lemahnya strategi pemasaran dan desain kemasan. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdian menerapkan pendekatan partisipatif yang melibatkan mitra secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Kegiatan utama meliputi sosialisasi, pelatihan teknologi produksi, pelatihan pemasaran digital, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi maupun strategi pemasaran. Penerapan teknologi tepat guna berupa mixer dan oven tambahan mampu meningkatkan kualitas serta konsistensi produk, sehingga kapasitas produksi naik dari 1.000 menjadi 1.300 unit per hari. Selain itu, pengenalan kemasan baru membuat produk lebih higienis, menarik, dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Pada aspek pemasaran, pelatihan digital marketing melalui pemanfaatan media sosial dan marketplace memperluas jangkauan promosi, meskipun masih diperlukan pendampingan lanjutan agar mitra terbiasa membuat konten promosi yang menarik. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemandirian mitra dalam mengelola usaha. Pemberdayaan melalui peningkatan produksi dan strategi pemasaran digital terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan memperkuat daya saing produk lokal. Program ini diharapkan berkelanjutan serta menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Program pengabdian masyarakat di Kelurahan Paku berhasil meningkatkan kapasitas mitra melalui pendampingan produksi dan pemasaran digital Bolu Cupu, mencakup sosialisasi, pelatihan teknologi, dan pemasaran, serta monitoring dan evaluasi.Pelatihan teknologi produksi, dengan dukungan mixer dan oven, secara efektif meningkatkan kualitas, efisiensi, dan penjualan produk, sementara pelatihan pemasaran digital memperkenalkan strategi baru meskipun masih memerlukan pendampingan lanjutan.Secara keseluruhan, inisiatif ini sukses meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian usaha mitra, berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat berkelanjutan serta penguatan ekonomi lokal dengan peluang yang lebih baik.

Untuk memastikan keberlanjutan dan dampak yang lebih luas dari program pemberdayaan masyarakat, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, penting untuk meneliti lebih jauh efektivitas pendampingan lanjutan dalam pengembangan keterampilan pemasaran digital, khususnya dalam pembuatan konten promosi yang menarik dan pengelolaan media sosial secara profesional. Studi ini bisa menginvestigasi bagaimana dukungan berkelanjutan ini memengaruhi peningkatan jangkauan pasar, interaksi konsumen, dan loyalitas merek produk lokal dalam jangka panjang, serta jenis konten apa yang paling resonan dengan target audiens. Kedua, mengingat keberhasilan pendekatan holistik dalam program ini, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada analisis faktor-faktor kunci keberhasilan dan tantangan dalam mereplikasi model pemberdayaan terintegrasi (produksi dan pemasaran) di komunitas lain dengan beragam potensi produk lokal. Identifikasi variabel seperti kondisi ekonomi lokal, kapabilitas sumber daya manusia, dan ketersediaan infrastruktur pendukung akan sangat berharga untuk menciptakan panduan replikasi yang adaptif. Ketiga, seiring dengan peningkatan kapasitas produksi, tantangan pasokan bahan baku yang sempat disinggung di awal menjadi semakin relevan. Oleh karena itu, penelitian mendalam mengenai pengembangan strategi rantai pasok bahan baku yang tangguh dan berkelanjutan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi krusial. Ini dapat mencakup eksplorasi model kemitraan dengan petani lokal, sistem manajemen inventaris yang inovatif, dan pemanfaatan teknologi untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang konsisten dan berkualitas. Ketiga area penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru dan memperkuat kerangka kerja untuk program pemberdayaan masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Dalam Meningkatkan Usaha Ekonomi Kreatif Home Industri Rumah Tangga Melalui... doi.org/10.37817/ikra-ithabdimas.v7i3.3061Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Dalam Meningkatkan Usaha Ekonomi Kreatif Home Industri Rumah Tangga Melalui doi 10 37817 ikra ithabdimas v7i3 3061
  2. PENYULUHAN E-COMMERCE SEBAGAI MEDIA PROMOSI PADA UKM (USAHA KECIL MENENGAH) DI MASA PANDEMI COVID 19... doi.org/10.31004/abdira.v1i1.8PENYULUHAN E COMMERCE SEBAGAI MEDIA PROMOSI PADA UKM USAHA KECIL MENENGAH DI MASA PANDEMI COVID 19 doi 10 31004 abdira v1i1 8
  3. Edukasi Pemanfaatan E-Commerce Sebagai Inovasi Marketing Penunjang Bisnis | Mufit | KAMI MENGABDI. edukasi... doi.org/10.52447/km.v2i2.6553Edukasi Pemanfaatan E Commerce Sebagai Inovasi Marketing Penunjang Bisnis Mufit KAMI MENGABDI edukasi doi 10 52447 km v2i2 6553
Read online
File size652.32 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test