LAMINTANGLAMINTANG

International Journal of Clinical Inventions and Medical Sciences (IJCIMS)International Journal of Clinical Inventions and Medical Sciences (IJCIMS)

Demam dengue tetap menjadi masalah kesehatan urban yang signifikan di Bangkok, yang dipicu oleh kepadatan populasi, faktor lingkungan, dan sistem pengawasan yang tidak lengkap. Meskipun ada upaya kesehatan masyarakat yang berkelanjutan, masih ada kesenjangan antara inisiatif pengendalian vektor lokal dan pengawasan klinis institusional, yang menyebabkan respons wabah yang lebih lambat dan penggunaan sumber daya yang tidak efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan model klinis dan lingkungan yang kohesif yang menggabungkan pemantauan nyamuk yang didorong komunitas, pelacakan dengue klinis, dan inisiatif kesehatan masyarakat menjadi satu sistem operasional. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini dilakukan dari Januari hingga November 2025 di distrik dengan insiden tinggi di Bangkok dan provinsi sekitarnya. Pengumpulan data terdiri dari diskusi kelompok fokus, wawancara dengan informan kunci, dan analisis sekunder terhadap statistik kasus dengue, pengukuran kepadatan vektor, dan operasi fogging. Pendekatan pengembangan model empat tahap digunakan, yang mencakup co-design dengan pemangku kepentingan, coding tematik informasi kualitatif, dan triangulasi set data kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa upaya respons saat ini terhambat oleh koneksi data yang terputus, fogging yang tidak tepat waktu, dan keterlibatan komunitas yang terbatas. Model yang diusulkan meningkatkan pertukaran data dan umpan balik waktu nyata di antara sukarelawan kesehatan komunitas, klinik, dan pejabat kota, memungkinkan pengelolaan vektor yang lebih baik dan respons wabah yang lebih cepat. Hal ini memungkinkan komunitas untuk berperan sebagai peserta proaktif dalam sistem pengawasan, bukan hanya sebagai penerima manfaat dari intervensi. Selain itu, model ini dirancang untuk fleksibel dan sesuai dengan berbagai pengaturan urban. Studi selanjutnya harus bertujuan untuk melakukan uji coba pilot model di distrik terpilih di Bangkok, dengan memasukkan alat pelaporan seluler, dan menilai efektivitas biaya dan skalabilitas di area urban Asia Tenggara yang lebih besar.

Penelitian ini menyajikan dan menggambarkan kerangka klinis dan lingkungan yang kohesif untuk pemantauan dan pengelolaan vektor dengue di Bangkok, yang menyatukan pengamatan yang didorong komunitas, dokumentasi klinis, dan intervensi kesehatan menjadi satu sistem operasional.Model ini mengatasi kekurangan signifikan dalam sistem respons dengue saat ini, termasuk fragmentasi data, fogging yang tidak tepat waktu, dan sumber daya komunitas yang tidak dimanfaatkan secara memadai.Dengan mempromosikan saluran umpan balik langsung di antara anggota komunitas, klinik, dan pejabat kesehatan lokal, sistem ini memungkinkan respons yang lebih akurat, cepat, dan kooperatif terhadap wabah.Fitur-fitur penting seperti pergerakan data dari bawah ke atas, integrasi modular, dan tindakan kesehatan masyarakat yang melibatkan komunitas memastikan fleksibilitas model dalam berbagai lingkungan urban.Selain itu, model ini membantu kebijakan dengan sesuai dengan kerangka Manajemen Vektor Terpadu WHO dan rencana desentralisasi Thailand, yang mendorong tanggung jawab kolektif untuk pengendalian penyakit antara masyarakat dan institusi.

Berdasarkan temuan dan pembahasan dalam penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan implementasi pilot model yang diusulkan di distrik terpilih di Bangkok untuk mengonfirmasi kelayakan praktisnya, mengevaluasi sistem teknis, dan menilai pengaruhnya terhadap waktu respons dan keterlibatan komunitas. Kedua, kemampuan sukarelawan kesehatan lokal dan pekerja kesehatan komunitas perlu ditingkatkan. Inisiatif pelatihan harus memprioritaskan literasi digital, inspeksi hama, dan manajemen respons darurat. Mereka adalah fondasi sistem; mereka mengumpulkan informasi larva, menginformasikan rumah tangga, dan bertindak sebagai penghubung utama dengan layanan kesehatan resmi. Program insentif mungkin juga diperlukan untuk mempertahankan keterlibatan sukarelawan dalam jangka panjang. Ketiga, penelitian menyarankan untuk mengintegrasikan teknologi pelaporan waktu nyata ke dalam sistem. Sebuah aplikasi pelaporan seluler dengan opsi penandaan geografis dan unggah foto dapat memungkinkan pelaporan langsung lokasi perkembangbiakan nyamuk dan kasus simtomatik. Aplikasi ini harus kompatibel dengan basis data kesehatan yang saat ini diawasi oleh BMA dan Kementerian Kesehatan Masyarakat. Otoritas dapat secara dinamis memprioritaskan area berisiko tinggi dengan mengoptimalkan pengumpulan data dan visualisasi.

  1. A Unified Operational Model for Dengue Control: Bridging Community Data and Clinical Surveillance | International... lamintang.org/journal/index.php/ijcims/article/view/867A Unified Operational Model for Dengue Control Bridging Community Data and Clinical Surveillance International lamintang journal index php ijcims article view 867
Read online
File size897.37 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test