UNDIPUNDIP

Transient: Jurnal Ilmiah Teknik ElektroTransient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro

PLTU Tanjung Jati B merupakan salah satu pembangkit terbesar di Jawa Tengah dengan kapasitas daya 4 x 721,8 MW. Sejak pembangkit mulai dioperasikan hingga sekarang, belum pernah dilakukan analisis maupun evaluasi terhadap setting sistem proteksi generator dan trafo step up. Untuk meningkatkan performa sistem proteksi ini maka akan dilakukan analisis setting dan koordinasi rele proteksi pada PLTU Tanjung Jati B Unit 1 khususnya rele proteksi pada generator dan trafo step up dengan bantuan software ETAP 12.6.0. Setelah dilakukan analisis setting dan koordinasi, pada setting rele diferensial, setelah dilakukan evaluasi nilai setting input tap 2,2 A menjadi 3,8 A untuk input 2 dan 3,2 A menjadi 5,5 A untuk input 3. Pada setting rele jarak, setelah dilakukan analisis dan evaluasi, nilai setting impedansi yang sebelumnya 14,04 Ω menjadi 20,44 Ω. Pada setting waktu tunda rele jarak, dilaksanakan evaluasi dari 0,3 detik menjadi 1 detik. Pada rele arus lebih trafo step up, sebelum dilakukan evaluasi menggunakan karakteristik instant dengan Iset 15 A, setelah dilakukan evaluasi, ditambahkan elemen invers dengan time dial (TD) sebesar 2 detik. Pada rele arus lebih sisi netral tegangan tinggi trafo step up, setting time dial (TD) sebelum melakukan evaluasi adalah 2 sekon, sedangkan setting TD setelah evaluasi adalah 5,32 sekon. Kata kunci: proteksi, relay, generator, trafo step up, PLTU.

Setelah melakukan analisis setting dan koordinasi rele proteksi generator dan trafo step up di PLTU Tanjung Jati B Unit 1, diperoleh bahwa relai keseimbangan tegangan, relai daya balik, relai hilangnya eksitasi, relai urutan negatif, relai eksitasi lebih, dan relai frekuensi masih layak digunakan karena sesuai standar IEEE C37.Beberapa setting utama seperti tap input relai diferensial, impedansi relai jarak, dan karakteristik rele arus lebih trafo step up perlu diperbaiki agar sesuai perhitungan dan meningkatkan keandalan sistem proteksi.Setelah penyesuaian, sistem proteksi menunjukkan performa yang lebih baik dan koordinasi yang optimal antar relay.

Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada pengembangan metode optimasi setting relay menggunakan algoritma genetik untuk menyesuaikan otomatis nilai tap input dan impedansi, sehingga meminimalkan waktu kerja relay dan meningkatkan respons perlindungan. Selain itu, studi eksperimental dengan skenario gangguan nyata dapat dilakukan untuk memvalidasi kinerja relai di lingkungan PLTU Tanjung Jati B Unit 1 dan membandingkannya dengan model ETAP, sehingga dapat mengevaluasi ketepatan simulasi. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi integrasi sistem proteksi dengan jaringan monitoring cerdas (smart grid) untuk memantau secara real-time kondisi relai dan melakukan penyesuaian setting secara dinamis berlandaskan data operasional terkini.

Read online
File size587.9 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test