UNDIPUNDIP

Transient: Jurnal Ilmiah Teknik ElektroTransient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro

Di era globalisasi ini, penggunaan teknologi nirkabel semakin berkembang pesat. Salah satu penerapan teknologi nirkabel yang cukup banyak penggunanya adalah komunikasi radio transceiver. Pada penelitian ini, disimulasikan dan diwujudkan antena V-Vertical Groundplane yang dapat digunakan pada pita VHF dan UHF atau istilah lainnya dualband. Antena V-Vertical Groundplane dirancang seperti dua antena Groundplane yang beresonansi pada pita VHF dan UHF yang dikombinasikan menjadi satu antena dengan tujuan dapat beroperasi pada dua pita (VHF/UHF). Bahan yang digunakan untuk membuat antena ini adalah kawat alumunium berdiameter 6 mm. Pengujian dilakukan pada antena V-Vertical Groundplane untuk mengetahui parameter-parameter seperti frekuensi resonansi, VSWR, bandwidth, gain dan pola radiasi untuk dibandingkan dengan simulasi pada proses selanjutnya. Setelah dibandingkan dengan hasil simulasi, parameter hasil pengukuran juga dibandingkan dengan parameter antena radio lain. Pengujian implementasi dilakukan langsung dengan menggunakan dua buah radio transceiver. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh frekuensi resonansi untuk antena V-Vertical Groundplane sebesar 142 MHz dan VSWR dengan nilai 1:1,05 pada pita VHF, sementara pada pita UHF diperoleh frekuensi resonansi sebesar 440 MHz dan VSWR dengan nilai 1:1,36. Pola radiasi yang diperoleh antena V-Vertical Groundplane menunjukkan pola omnidirectional. Pengujian kualitatif dengan mengimplementasikan antena V-Vertical Groundplane pada radio transceiver, menunjukkan bahwa antena V-Vertical Groundplane dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan jarak sejauh 390 meter untuk pita VHF dan 930 meter untuk pita UHF.

Antena V-Vertical Groundplane merupakan antena omnidirectional yang mampu beroperasi pada pita VHF dan UHF untuk komunikasi dualband.Antena ini menunjukkan kesesuaian impedansi yang baik dengan nilai return loss rendah dan VSWR mendekati 1.1, meskipun nilai gain-nya relatif kecil dibanding antena isotropis.Perbedaan antara hasil simulasi dan pengujian disebabkan oleh ketidakakuratan fabrikasi dan komponen yang tidak diperhitungkan dalam simulasi, sehingga diperlukan pengembangan lebih lanjut terhadap bentuk elemen, jarak antar elemen, dan peningkatan gain.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengoptimasi bentuk dan dimensi elemen pengkompensasi pada antena V-Vertical Groundplane guna meningkatkan nilai gain secara signifikan tanpa memperlebar ukuran fisik antena. Kedua, diperlukan studi eksperimental terhadap pengaruh variasi jarak antar elemen radial dan sudut kemiringan terhadap kinerja impedansi serta pola radiasi antena pada kedua pita frekuensi secara bersamaan. Ketiga, penelitian lanjutan dapat menguji integrasi antena ini dengan bahan penunjang berbasis metamaterial atau groundplane modifikasi untuk memperbaiki efisiensi radiasi dan mengurangi interferensi lingkungan selama pengukuran di luar ruang anechoic. Penelitian-penelitian ini dapat dilakukan secara bertahap untuk menghasilkan desain antena dualband yang lebih optimal dan siap diaplikasikan secara luas. Dengan pendekatan sistematis terhadap parameter desain, antena dapat direkayasa untuk mencapai kinerja setara atau melebihi antena komersial. Selain itu, evaluasi terhadap stabilitas antena dalam kondisi cuaca ekstrem juga menjadi penting untuk aplikasi lapangan. Pemahaman mendalam terhadap hubungan antara dimensi fisik dan respons frekuensi akan membuka jalan bagi inovasi desain antena serupa. Studi ini juga dapat diperluas untuk frekuensi di luar pita VHF dan UHF. Pendekatan fabrikasi yang lebih presisi perlu dieksplorasi guna meminimalkan deviasi antara simulasi dan pengujian nyata. Hasil akhir yang diharapkan adalah antena dualband yang efisien, murah, dan andal untuk komunikasi nirkabel jarak menengah.

Read online
File size629.02 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test