UNDIPUNDIP

Transient: Jurnal Ilmiah Teknik ElektroTransient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro

Pulau Nyamuk merupakan wilayah Kepulauan Karimunjawa Provinsi Jawa Tengah yang selama ini mengalami krisis listrik. Pulau Nyamuk memiliki potensi energi Matahari yang bersinar selama 12 jam per hari, sumber tenaga angin dengan intensitas kecepatan angin rata-rata 4,74 m/s, serta ketersediaan bahan bakar pembangkit listrik biomassa berupa serbuk kayu yang didapat dari pabrik kayu sebanyak 6 ton per hari. Sistem pembangkit listrik tenaga hibrida berupa energi matahari, energi angin, dan energi biomassa menjadi solusi yang tepat untuk membantu pemenuhan kebutuhan energi masyarakat di Pulau Nyamuk. Integrasi pada sistem PLH ini merupakan sistem yang multivariabel sehingga digunakan bantuan perangkat lunak HOMER versi 2.68. Perangkat lunak tersebut mengoptimasi hasil integrasi sistem PLH ini berdasarkan nilai Net Present Cost (NPC) terendah. Sistem yang optimum untuk diterapkan di Pulau Nyamuk dalam jangka waktu proyek 15 tahun adalah integrasi PV, turbin angin, gasifikasi biomassa, dan generator diesel dengan nilai bersih sekarang (net present cost, NPC) sebesar $ 1 856 472, biaya pembangkitan listrik (Cost of Energy, COE) sebesar $ 0,273 per kWh, dan mengurangi emisi CO₂ sebesar 651 630 kg per tahun atau sebesar 95,5 % per tahun.

Sistem pembangkit listrik hibrida di Pulau Nyamuk terbukti layak secara ekonomi dan lingkungan.Konfigurasi optimal terdiri dari 40 kW PV, 70 unit turbin angin 2,5 kW, 150 kW gasifikasi biomassa, 200 kW generator diesel, 160 unit baterai 1 156 Ah, dan 200 kW konverter.Net present cost terendah mencapai $ 1 856 472 dan biaya energi sebesar $ 0,273/kWh.Proyek 15‑tahun hanya memerlukan penggantian baterai pada tahun ke‑9, dengan total biaya operasional minimal.

Saran penelitian lanjutan meliputi (1) menilai dampak penggunaan sistem penyimpanan energi berbasis baterai litium‑ion atau baterai flow untuk meningkatkan kelangsungan pasokan listrik di Pulau Nyamuk, (2) mengevaluasi pengaruh variasi harga bahan bakar diesel dan tarif listrik pada biaya operasional serta sensitivitas sistem hibrida dalam skenario perubahan ekonomi, dan (3) menerapkan analisis life‑cycle assessment (LCA) komprehensif pada sistem hibrida untuk mengukur total emisi dan efisiensi energi sepanjang siklus hidup proyek.

Read online
File size698.99 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test