UNIKOMUNIKOM

International Journal of Computer in HumanitiesInternational Journal of Computer in Humanities

Memperoleh pemahaman yang kuat tentang kosakata antonim dalam bahasa Jepang merupakan komponen penting dalam pemerolehan bahasa, terutama bagi mereka yang menekuni studi Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat kemahiran kosakata antonim bahasa Jepang di kalangan mahasiswa semester empat Program Studi Sastra Jepang di Universitas Komputer Indonesia selama tahun akademik 2024–2025. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan, dengan memanfaatkan survei daring yang dirancang menggunakan Google Forms untuk mengumpulkan data. Tiga puluh individu berpartisipasi dalam tes kosakata yang berfokus pada antonim, khususnya pada tingkat kemahiran N5 hingga N3. Temuan menunjukkan bahwa meskipun beberapa mahasiswa menghadapi tantangan dengan kosakata antonim, terutama dengan pasangan kata yang memiliki nuansa serupa namun tidak memenuhi syarat sebagai antonim sejati, mayoritas besar menunjukkan pemahaman yang kuat di bidang ini. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa mahasiswa menunjukkan pemahaman antonim yang lebih mendalam dalam kategori keiyoushi (kata sifat) dibandingkan dengan doushi (kata kerja) dan meishi (kata benda). Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mengembangkan strategi pengajaran yang lebih efektif yang secara khusus dirancang untuk mengatasi tantangan unik yang dihadapi mahasiswa saat mempelajari kosakata antonim. Penelitian ini menyoroti pentingnya meningkatkan metode pengajaran untuk mendorong pembelajaran kosakata, yang pada gilirannya memainkan peran vital dalam meningkatkan keterampilan bahasa mahasiswa.

Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa semester empat Program Studi Sastra Jepang di Universitas Komputer Indonesia menunjukkan tingkat kemahiran kosakata antonim yang bervariasi, dengan penguasaan tertinggi pada kategori kata benda (meishi) namun mengalami kesulitan signifikan pada pasangan antonim dengan makna yang lebih nuansa, seperti kata sifat dan kata kerja.Kesulitan ini menyoroti kompleksitas pembelajaran bahasa, di mana pemahaman makna semantik dan situasional yang rumit menjadi tantangan bagi mahasiswa.Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pengajaran khusus yang berfokus pada peningkatan pemahaman kosakata kompleks, terutama kata sifat dan kata kerja, serta penyediaan beragam sumber belajar dan pertimbangan faktor gender untuk mendukung pemerolehan bahasa Jepang yang lebih efektif.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa mahasiswa masih kesulitan memahami kosakata antonim Jepang, terutama yang memiliki makna serupa namun bukan lawan kata langsung, serta perbedaan penguasaan antara kategori kata benda, kata sifat, dan kata kerja. Untuk melangkah lebih jauh, sebuah studi masa depan dapat menyelidiki secara mendalam mengapa mahasiswa menghadapi tantangan khusus dengan pasangan antonim yang memiliki nuansa makna rumit dalam kategori kata sifat dan kata kerja. Penelitian ini bisa membandingkan efektivitas berbagai metode pengajaran, seperti pembelajaran berbasis konteks atau penggunaan simulasi interaktif, untuk melihat mana yang paling berhasil membantu mahasiswa memahami perbedaan halus tersebut. Selanjutnya, akan sangat menarik untuk meneliti bagaimana perbedaan kemampuan kognitif individu, seperti fungsi eksekutif atau gaya belajar yang berbeda, memengaruhi cara mahasiswa belajar dan menguasai antonim. Hasil dari penelitian ini bisa memberikan panduan untuk menciptakan strategi pengajaran yang lebih personal, disesuaikan dengan kebutuhan belajar unik setiap mahasiswa. Selain itu, mengingat adanya permintaan tinggi dari mahasiswa terhadap media pembelajaran, penelitian dapat dirancang untuk mengembangkan dan menguji efektivitas alat-alat multimedia interaktif khusus untuk belajar antonim Jepang. Studi ini dapat mengukur sejauh mana penggunaan aplikasi atau permainan edukasi berbasis digital dapat meningkatkan pemahaman dan daya ingat mahasiswa terhadap pasangan kata berlawanan, sekaligus membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan tidak membosankan. Melalui pendekatan-pendekatan ini, diharapkan dapat ditemukan cara-cara inovatif untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan hasil belajar kosakata antonim Jepang bagi mahasiswa.

  1. #mahasiswa program studi#mahasiswa program studi
  2. #mahasiswa program#mahasiswa program
Read online
File size249.83 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-170
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test