POLIMEDIAPOLIMEDIA

Jurnal Ilmiah PublipreneurJurnal Ilmiah Publipreneur

Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dengan menggunakan teori Analisa film untuk mendukung pertahanan negara yang dikembangkan oleh Tobing, Deddy (2015) yang menekankan bahwa film yang merupakan bagian dari media massa dapat digunakan untuk memperkuat pertahanan negara. Salah satu ancaman dalam pertahanan negara adalah aksi terorisme. Film 22 Menit merupakan film yang bertipe docudrama yang mereka ulang kejadian aksi terorisme yang terjadi di daerah Tamrin Jakarta Pusat pada tanggal 14 Januari 2016. Film ini menggambarkan bagaimana aksi terorisme mengambil korban dari pihak kepolisian dan masyarakat umum. Pada akhirnya film ini menampilkan aksi-aksi memerangi terorisme dengan menggunakan seluruh atribut Kepolisian Republik Indonesia.

Film 22 Menit merupakan film yang menceritakan tentang kekejaman aksi terorisme yang dilakukan melalui pengemboman gerai Starbucks dan Pos Jaga Polisi Lalu Lintas di Jalan Thamrin.Dalam film ini terlihat aspek soft power, propaganda, dan komunikasi massa.Film ini berkontribusi terhadap pembentukan masyarakat Indonesia yang modern menuju yang lebih baik lagi.

Berdasarkan analisis film 22 Menit, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada analisis dampak psikologis film terhadap penonton, khususnya dalam membentuk persepsi dan sikap terhadap isu terorisme. Hal ini penting untuk memahami bagaimana film dapat digunakan sebagai alat edukasi yang efektif, namun juga berpotensi menimbulkan efek negatif seperti ketakutan atau stereotip. Kedua, penelitian dapat mengkaji lebih dalam mengenai efektivitas strategi komunikasi yang digunakan dalam film dalam menyampaikan pesan-pesan terkait pertahanan negara. Analisis ini dapat mencakup identifikasi elemen-elemen naratif, visual, dan audio yang paling berpengaruh dalam membentuk pemahaman penonton. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi pengembangan film sebagai media pembelajaran bagi personel kepolisian dalam menghadapi ancaman terorisme. Hal ini dapat mencakup pengembangan simulasi berbasis film untuk melatih keterampilan dan strategi penanganan situasi darurat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam upaya pencegahan terorisme.

Read online
File size479.13 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test