UBYUBY

Tropical Animal ScienceTropical Animal Science

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan unsur hara makro (Nitrogen, Posfor, Kalium) dan nilai pH pada pupuk kotoran magot hasil biokonversi ekskreta ayam serta membandingkannya dengan pupuk kompos komersial yang beredar di pasaran. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan dua perlakuan, yaitu pupuk kotoran magot (P1) dan pupuk kompos komersial (P2), masing-masing sebanyak lima ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi pH, kadar nitrogen (metode Kjeldahl), posfor dan kalium (metode pengabuan basah), serta total hara yang diperoleh dari penjumlahan kandungan N, P, dan K. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji beda menggunakan uji Independent Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH tidak berbeda nyata antara P1 dan P2, mengindikasikan stabilitas pH tanah yang relatif sama dari kedua jenis pupuk. Namun, pupuk kotoran maggot (P1) memiliki kandungan fosfor yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pupuk komersial (P2), menunjukkan potensi besar P1 untuk perkembangan akar dan pembungaan. Di sisi lain, pupuk kompos komersial (P2) secara signifikan lebih unggul dalam kandungan nitrogen dan kalium, serta total hara keseluruhan dibandingkan P1. Hal ini sejalan dengan karakteristik pupuk kimia yang dirancang untuk memberikan dosis hara makro yang presisi dan tinggi. Meskipun total hara P1 lebih rendah, kandungan total hara P1 sebesar 4.40% telah memenuhi persyaratan minimum Permentan No.1 Tahun 2019 (>2% NPK). Kesimpulannya, pupuk komersial unggul dalam konsistensi dan kuantitas N dan K, serta total hara, sementara pupuk kotoran maggot menonjol dalam kandungan fosfor. Pemilihan pupuk sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tanaman dan kondisi tanah, menjadikan pupuk kotoran maggot berpotensi sebagai alternatif atau suplemen yang baik, terutama untuk meningkatkan ketersediaan fosfor dengan memanfaatkan limbah peternakan.

Secara keseluruhan, pupuk komersial unggul dalam konsistensi dan kuantitas nitrogen dan kalium, serta total hara.Namun, pupuk kotoran maggot menonjol dalam kandungan fosfor.Pemilihan pupuk sebaiknya didasarkan pada kebutuhan spesifik tanaman dan kondisi tanah, menjadikan pupuk kotoran maggot berpotensi menjadi alternatif atau suplemen yang baik, terutama untuk meningkatkan ketersediaan fosfor dengan memanfaatkan limbah peternakan.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada efektivitas pupuk kotoran maggot dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tertentu, terutama tanaman yang membutuhkan fosfor tinggi, melalui percobaan lapangan dengan berbagai varietas dan kondisi tanah. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai pengaruh pupuk kotoran maggot terhadap komunitas mikroba tanah dan aktivitas biologis tanah perlu dilakukan untuk memahami mekanisme peningkatan kesuburan tanah secara lebih komprehensif. Terakhir, penelitian tentang optimasi proses biokonversi ekskreta ayam menjadi pupuk kotoran maggot, termasuk rasio campuran ekskreta ayam dengan bahan organik lain, serta pengaruh jenis larva BSF yang digunakan, dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pupuk yang dihasilkan, sehingga dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan limbah peternakan dan peningkatan produktivitas pertanian. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih detail dan aplikatif bagi petani dan pelaku agribisnis dalam memanfaatkan pupuk kotoran maggot secara optimal.

  1. E-Journal UBY | Electronic Journal Universitas Boyolali. journal uby electronic universitas boyolali... doi.org/10.36596/tas.v7i1.1846E Journal UBY Electronic Journal Universitas Boyolali journal uby electronic universitas boyolali doi 10 36596 tas v7i1 1846
  2. OPTIMALISASI LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK DENGAN MENGEDUKASI IBU RUMAH TANGGA DI KECAMATAN... e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jpml/article/view/1835OPTIMALISASI LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK DENGAN MENGEDUKASI IBU RUMAH TANGGA DI KECAMATAN e journallppmunsa ac index php jpml article view 1835
  3. Pengaruh Pupuk Kasgot dan KCL terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lobak pada Tanah Gambut | Karem | Perkebunan... doi.org/10.26418/plt.v14i2.85520Pengaruh Pupuk Kasgot dan KCL terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lobak pada Tanah Gambut Karem Perkebunan doi 10 26418 plt v14i2 85520
Read online
File size400.83 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test