STMIKIBASTMIKIBA

Journal Informatic, Education and Management (JIEM)Journal Informatic, Education and Management (JIEM)

Stunting merupakan masalah gizi jangka panjang yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan menjadi prioritas pembangunan. Pemerintah menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk sektor kesehatan guna mempercepat penurunan stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja anggaran program stunting di Dinas Kesehatan Kota Surabaya pada tahun 2025, mengevaluasi efektivitas penggunaan DAK, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan Systematic Literature Review (SLR) dan analisis dokumen dari literatur ilmiah periode 2019-2025 serta dokumen resmi pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja anggaran program stunting cukup efektif dan selaras dengan dokumen perencanaan. Penggunaan DAK mendukung intervensi gizi melalui layanan puskesmas dan posyandu. Namun, efektivitasnya kurang optimal akibat inkonsistensi data antar lembaga, kurangnya indikator kinerja berbasis hasil, serta sistem monitoring dan evaluasi yang belum optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan evaluasi berbasis hasil, integrasi data, dan peningkatan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan dampak program yang lebih signifikan dan berkelanjutan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan melalui Systematic Literature Review (SLR) dan analisis dokumen, dapat disimpulkan bahwa kinerja anggaran program stunting di Dinas Kesehatan Kota Surabaya pada tahun 2025 terbukti efektif dalam mempercepat upaya penurunan stunting.Penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) di sektor kesehatan ditujukan untuk mendukung intervensi spesifik dan sensitif yang terkait dengan layanan puskesmas, posyandu, serta kolaborasi lintas sektoral.Efektivitas penggunaan anggaran terlihat dari keselarasan antara perencanaan program dan implementasi di lapangan.Kolaborasi antar lembaga dan dukungan kebijakan lokal menjadi faktor kunci dalam memaksimalkan penggunaan anggaran.Namun, masih terdapat tantangan seperti inkonsistensi data antar lembaga, keterbatasan indikator kinerja berbasis hasil, dan sistem monitoring dan evaluasi berbasis kinerja yang belum sepenuhnya berfungsi.Oleh karena itu, penilaian kinerja anggaran program stunting tidak hanya harus mempertimbangkan realisasi anggaran, tetapi juga dampak signifikan dalam mengurangi prevalensi stunting.Perlu adanya perbaikan sistem evaluasi yang fokus pada hasil, penguatan integrasi data, serta pengawasan yang konsisten untuk memastikan pengelolaan anggaran yang lebih akuntabel dan berkelanjutan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara daerah-daerah yang memiliki tingkat stunting yang berbeda, dengan fokus pada analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program stunting. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran dan kontribusi sektor swasta dalam program stunting, serta bagaimana kolaborasi antara sektor publik dan swasta dapat meningkatkan efektivitas program. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang program stunting terhadap kualitas sumber daya manusia dan pembangunan daerah.

Read online
File size318.1 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test