ILININSTITUTEILININSTITUTE

CARADDECARADDE

Program ini bertujuan untuk memberdayakan wanita tani di KWT Putri Langgeng dengan meningkatkan keterampilan mereka dalam pengolahan hasil pertanian dan pemasaran digital guna memperluas peluang usaha. Program ini menggunakan Problem-Solving Approach (PSA) dan dievaluasi melalui Participatory Rural Appraisal (PRA) menggunakan survei quick count dan diskusi kelompok. Hasil menunjukkan bahwa 80,76% peserta berminat mempraktikkan pembuatan stik bayam untuk konsumsi keluarga, sementara 21% tertarik menjadikannya produk usaha, meskipun menghadapi kendala pemasaran. Program ini juga melibatkan Karang Taruna dan perangkat desa untuk memperkuat pemasaran berbasis komunitas. Simpulan menunjukkan bahwa keberlanjutan program bergantung pada pendampingan pasca-pelatihan dan dukungan kebijakan pemasaran digital guna memperkuat usaha komunitas secara berkelanjutan.

Pelatihan berhasil meningkatkan keterampilan anggota KWT Putri Langgeng dalam pengolahan dan pemasaran produk berbasis pertanian.Sebanyak 80,76% peserta tertarik mempraktikkan pembuatan stik bayam untuk konsumsi keluarga, sementara 21% berminat menjualnya, meskipun masih menghadapi kendala akses pasar dan pemasaran digital.Keberlanjutan program memerlukan pendampingan pasca-pelatihan, akses pasar yang lebih luas, serta dukungan kebijakan pemasaran digital dari pemerintah desa.

Pertama, perlu penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas pendampingan intensif berbasis pendekatan mentorship antaranggota KWT dan Karang Taruna dalam menjaga keberlanjutan usaha mikro pasca-pelatihan. Kedua, penting untuk mengeksplorasi model pemasaran digital kolaboratif yang melibatkan platform desa digital sebagai pusat pemasaran bersama produk hasil olahan wanita tani dari berbagai kelompok. Ketiga, diperlukan studi tentang pengembangan modul pelatihan berjenjang yang mengintegrasikan literasi digital, manajemen usaha mikro, dan pengolahan produk berbasis pekarangan secara menyeluruh dan mudah diakses. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi sistem pemberdayaan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Fokus pada keterlibatan generasi muda dan penguatan kelembagaan lokal dapat menjadi kunci dalam memperluas jangkauan ekonomi. Sistem digital desa yang dikelola bersama juga berpotensi meningkatkan efisiensi pemasaran dan distribusi. Pelatihan berjenjang dapat menjamin peningkatan kapasitas secara bertahap dan berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah desa, Karang Taruna, dan KWT perlu dirancang secara sistematis. Dengan demikian, pemberdayaan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi berkembang menjadi ekosistem usaha berbasis komunitas yang tangguh.

Read online
File size407.97 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test