UNBUNB

Jurnal Nusa SylvaJurnal Nusa Sylva

Degradasi hutan di Indonesia menyebabkan menurunnya produktivitas lahan, sehingga diperlukan kegiatan rehabilitasi dan perluasan penanaman hutan. Permasalahan utama kegiatan rehabilitasi hutan adalah karakteristik tempat tumbuh umumnya lahan marginal dan miskin hara. Di samping itu, setiap tanaman memiliki karakteristik dan kesesuaian yang berbeda-beda terhadap tempat tumbuhnya. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan evaluasi lahan untuk mengetahui karakteristik lahan dan faktor pembatas yang terdapat pada lahan, sehingga bisa melakukan rekayasa tapak yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik tempat tumbuh dan faktor pembatas kebun benih semai G. arborea dan H. macrophyllus hutan Kiarapayung. Data yang diambil adalah sampel tanah, curah hujan, kelerengan, dan ketinggian. Hasil analisis menunjukkan bahwa lahan kebun benih semai G. arborea memiliki 5 parameter yang berkategori suboptimal yaitu kelerengan, pH tanah, C-organik, N, P, dan K potensial. Lahan H. macrophyllus memiliki 1 parameter dengan kategori suboptimal yaitu kelerengan. Lokasi penelitian ini memiliki 6 faktor pembatas yang perlu dilakukan perbaikan agar pertumbuhan tanaman lebih optimal. Untuk memperbaiki rendahnya retensi dan ketersediaan hara seperti pH tanah, C-organik, N, P tersedia, dan K potensial dapat diatasi dengan pemberian kapur dan pupuk pada tanah.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik tempat tumbuh Gmelina arborea dan Hibiscus macrophyllus termasuk kategori suboptimal.Terdapat enam faktor pembatas karakteristik lahan, yaitu kelerengan yang agak curam hingga sangat curam, pH tanah yang masam, kadar C organik rendah, nitrogen rendah, fosfor rendah, dan kalium rendah.Perbaikan lahan penelitian diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, terutama melalui pemberian kapur dan pupuk untuk mengatasi rendahnya retensi dan ketersediaan hara.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai optimasi lahan untuk penanaman Gmelina arborea dan Hibiscus macrophyllus. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai jenis pupuk organik dan anorganik dalam meningkatkan kesuburan tanah pada lahan dengan kelerengan curam. Penelitian ini dapat difokuskan pada kombinasi pupuk yang paling optimal untuk memperbaiki pH tanah, meningkatkan kadar C-organik, serta ketersediaan unsur hara N, P, dan K. Kedua, penting untuk menginvestigasi pengaruh teknik konservasi tanah seperti terasering dan penanaman tanaman penutup tanah terhadap pengendalian erosi dan peningkatan stabilitas lahan pada berbagai tingkat kelerengan. Studi ini dapat mengkaji efisiensi biaya dan manfaat jangka panjang dari masing-masing teknik konservasi tanah. Ketiga, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dan menguji adaptasi genetik Gmelina arborea dan Hibiscus macrophyllus terhadap kondisi lahan marginal, termasuk toleransi terhadap pH tanah rendah dan ketersediaan hara yang terbatas. Penelitian ini dapat membantu dalam seleksi bibit unggul yang lebih sesuai untuk kondisi lahan di Hutan Kiarapayung dan wilayah sekitarnya.

  1. EVALUASI KARAKTERISTIK DAN OPTIMASI LAHAN BERDASARKAN KESESUAIAN LAHAN KEBUN BENIH SEMAI GMELINA (Gmelina... doi.org/10.31938/jns.v24i2.748EVALUASI KARAKTERISTIK DAN OPTIMASI LAHAN BERDASARKAN KESESUAIAN LAHAN KEBUN BENIH SEMAI GMELINA Gmelina doi 10 31938 jns v24i2 748
Read online
File size844.46 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test