UQUQ

Bad request!Bad request!

Kopi merupakan salah satu tanaman perkebunan penting di Indonesia, dan menjadi sumber pendapatan bagi jutaan petani dan keluarganya. Kita semua sebagai petani maupun para konsumen yang biasa meminum kopi dari Indonesia tentu berharap bahwa produksi kopi masih akan berlanjut terus di masa depan. Tanaman Kopi (Coffee Sp) merupakan salah satu tanaman utama di Sumatera Utara yang banyak diusahakan oleh rakyat termasuk Kabupaten Karo. Tanaman ini merupakan komoditi perkebunan yang penting dalam perekonomian daerah Kabupaten Karo karena dapat menyumbangkan devisa untuk daerah ini. Secara umum tanaman kopi tumbuh pada ketinggian 500 m dari permukaan laut dengan suhu rata-rata 21-24 0C dan menghendaki curah hujan 2000 - 3000 mm. Jenis komoditi unggulan yang dibudidayakan masyarakat Kabupaten Karo tahun 2020 adalah tanaman kopi. Komasti merupakan varietas bahan tanam unggul baru kopi Arabika yang telah dilepas oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia pada tahun 2013. Varietas ini mempunyai potensi hasil mencapai ±2,1 ton greenbean per hektar dengan populasi 2.000 tanaman tentu dengan perawatan yang intensif. Untuk menjaga tanaman kopi tetap sehat dan produktif, dianjurkan untuk melakukan pencegahan serangan hama dan penyakit serta mengendalikanya secara benar apabila tanaman telah terserang. Pengendalian hayati dapat dilakukan dengan penyemprotan spora jamur Beauveria bassiana. Biakan Beauveria dapat dibuat sendiri oleh petani atau membeli dari dinas setempat. Sistem pertanian berkelanjutan menawarkan alternatif praktek produksi kopi yang ramah lingkungan dan secara sosial ekonomi menguntungkan. Sistem ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para petani saat ini tanpa mengabaikan kepentingan anak cucu yang akan datang.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perkembangan produksi kopi arabika selama 5 tahun terakhir mengalami perkembangan pada tahun 2019-2024 di daerah penelitian.Ketersediaan faktor produksi (lahan, bibit, pupuk, pestisida, peralatan dan tenaga kerja) untuk pengembangan kopi arabika di daerah penelitian sangat tersedia dan mendukung.Hasil analisis RAK menunjukkan bahwa ketersediaan faktor produksi (luas lahan, bibit, pupuk, pestisida, peralatan dan tenaga kerja) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi kopi arabika pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, terdapat beberapa arah penelitian yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai jenis Beauveria bassiana terhadap jenis hama dan penyakit kopi yang berbeda di berbagai kondisi lingkungan dapat memberikan informasi yang lebih spesifik untuk pengendalian hama dan penyakit yang lebih efektif. Kedua, penelitian tentang pengaruh sistem pertanian berkelanjutan terhadap kualitas biji kopi, seperti kandungan kafein, senyawa antioksidan, dan rasa, dapat memberikan informasi penting bagi petani untuk meningkatkan nilai jual kopi mereka. Ketiga, penelitian tentang penerapan teknologi aeroponik dalam perbanyakan bibit kopi secara massal dengan biaya yang lebih efisien dapat membantu petani dalam memenuhi kebutuhan bibit unggul secara berkelanjutan dan meningkatkan produktivitas tanaman kopi.

Read online
File size555.64 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test