UNSERAUNSERA

Seminar Nasional Pengabdian MasyarakatSeminar Nasional Pengabdian Masyarakat

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengatasi akumulasi sampah anorganik di ruang publik Kota Serang melalui integrasi aksi bersih-bersih (clean up) dan kampanye literasi lingkungan berbasis kolaborasi multipihak. Kegiatan dilaksanakan di Alun-Alun Kota Serang dan lingkungan Universitas Serang Raya, melibatkan sinergi KKM 34 Universitas Serang Raya, Komunitas Peduli Sampah, DLH Kota Serang, dan Trash Ranger Banten. Metode implementasi mencakup tiga strategi: (1) Operasi bersih-bersih terstruktur dengan sistem pemilahan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), (2) Edukasi interaktif melalui simulasi pengelolaan sampah (sosialisasi offline dan online), dan (3) Instalasi seni daur ulang sebagai media kampanye peduli lingkungan. Partisipan melibatkan 150 relawan dari mahasiswa, pelajar, aparatur sipil negara, dan komunitas lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan: (a) terkumpulnya 100 kg sampah terpilah, (b) peningkatan signifikan skor kesadaran lingkungan peserta, (c) terbentuknya inisiatif kegiatan peduli lingkungan berkelanjutan, dan (d) penempatan tempat sampah terpilah di beberapa titik strategis. Kendala keterbatasan partisipasi pedagang kaki lima (40%) berhasil diatasi dengan rekomendasi program Adopsi Zona Bersih. Dampak berkelanjutan termanifestasi dalam komitmen DLH Kota Serang untuk mengintegrasikan model kolaborasi multipihak ini ke dalam kebijakan pengelolaan ruang publik.

Program pengabdian masyarakat ini berhasil membuktikan efektivitas pendekatan terintegrasi dalam mengatasi akumulasi sampah anorganik di ruang publik Kota Serang.Melalui sinergi multipihak antara akademisi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat, tiga strategi inti—yaitu operasi bersih-bersih terstruktur, edukasi interaktif multichannel, dan kampanye kreatif seni daur ulang—telah mencapai luaran signifikan.pengumpulan 100 kg sampah terpilah, peningkatan 42% kesadaran lingkungan peserta, serta penurunan 35% beban sampah harian di lokasi intervensi.Keberlanjutan program dijamin melalui komitmen kelembagaan, termasuk integrasi model kolaborasi ke dalam kebijakan resmi, pembentukan Tim Pemantau Kolaboratif, dan adopsi program Adopsi Zona Bersih oleh 60% pedagang kaki lima.

Beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan meliputi: (1) Membuat aplikasi pelacakan sampah berbasis teknologi IoT untuk memantau pengelolaan sampah secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi dan efisiensi proses daur ulang. (2) Mengembangkan program pendidikan lingkungan berbasis game interaktif untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam kampanye peduli lingkungan, dengan memanfaatkan platform media sosial yang populer. (3) Menciptakan kemitraan antara pemerintah daerah dan perusahaan swasta untuk mendanai inisiatif pengelolaan sampah berkelanjutan, termasuk pengembangan infrastruktur seperti bank sampah mini di berbagai wilayah perkotaan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas dampak program dan menciptakan model pengelolaan sampah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Read online
File size555.89 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test