UBUB

TEMATEMA

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik pengungkapan informasi berbasis internet pada perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mempertimbangkan karakteristik perusahaan seperti profitabilitas, leverage, usia, ukuran perusahaan, pertumbuhan, kinerja, reputasi auditor, serta kinerja perusahaan yang diaudit oleh Big Four, dan karakteristik website seperti informasi umum dan keuangan, berita atau peristiwa perusahaan, serta laporan keuangan dan tata kelola perusahaan berbasis internet. Populasi penelitian ini adalah perusahaan keuangan yang terdaftar di BEI antara tahun 2011–2013, dengan sampel sebanyak 210 perusahaan. Data sekunder diperoleh dari laporan tahunan dan situs web perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa reputasi auditor, kinerja perusahaan, dan kinerja perusahaan yang diaudit oleh Big Four tidak berpengaruh signifikan karena kinerja perusahaan tidak hanya dipengaruhi oleh auditor, serta manajer dan administrator situs web perusahaan tidak melibatkan auditor dalam pengungkapan informasi keuangan berbasis internet. Penelitian ini juga menemukan bahwa leverage dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan informasi berbasis internet. Sebaliknya, profitabilitas, usia, dan pertumbuhan tidak berpengaruh signifikan dalam penelitian ini.

Analisis data menggunakan regresi linier berganda menunjukkan bahwa penelitian ini memenuhi uji normalitas, multikolinearitas, dan autokorelasi, namun tidak memenuhi uji heteroskedastisitas karena variabel dependen terbatas pada tahun 2014.Variabel profitabilitas, kinerja, pertumbuhan, usia, reputasi auditor, dan kinerja perusahaan yang diaudit oleh Big Four berpengaruh negatif terhadap tingkat pengungkapan informasi keuangan berbasis internet.Sementara itu, variabel leverage dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pengungkapan informasi keuangan berbasis internet.

Pertama, perlu dilakukan penelitian dengan periode yang lebih panjang untuk melihat perkembangan pengungkapan informasi keuangan berbasis internet dari waktu ke waktu serta membandingkan dinamika perubahan antar tahun. Kedua, sebaiknya penelitian selanjutnya memperluas cakupan sampel ke berbagai jenis industri non-keuangan agar temuan lebih representatif dan dapat menguji apakah temuan dalam sektor keuangan juga berlaku di sektor lain. Ketiga, diperlukan kajian mendalam tentang peran auditor dalam pengungkapan berbasis internet melalui penambahan variabel eksternal seperti tekanan stakeholder atau pengaruh regulator, serta studi kualitatif terhadap proses pengelolaan situs web perusahaan untuk memahami mengapa auditor jarang dilibatkan dalam pengungkapan informasi keuangan secara daring. Penelitian lanjutan dapat menguji apakah keterlibatan auditor dalam pengelolaan situs web meningkatkan kredibilitas informasi yang disajikan. Selain itu, perlu dikaji apakah perusahaan dengan sistem tata kelola yang kuat lebih cenderung melibatkan auditor dalam pengungkapan daring. Studi ini juga bisa mengeksplorasi bagaimana perkembangan teknologi seperti laporan interaktif atau integrasi dengan media sosial memengaruhi praktik pengungkapan. Penelitian juga dapat mengevaluasi efektivitas indeks pengungkapan yang ada dan mengusulkan penyempurnaan berdasarkan konteks lokal. Fokus pada aspek digital seperti keamanan informasi atau kemudahan akses bisa menjadi alternatif pendekatan baru. Pendekatan mixed method dapat digunakan untuk mendalami perspektif manajemen perusahaan. Akhirnya, penting untuk memahami persepsi investor terhadap informasi daring yang tidak diaudit dibandingkan dengan laporan resmi yang diaudit.

Read online
File size761.58 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test