APPISIAPPISI

Tamasya : Jurnal Pariwisata IndonesiaTamasya : Jurnal Pariwisata Indonesia

Museum Sri Baduga, yang berlokasi di Bandung, merupakan salah satu institusi budaya utama yang menyimpan berbagai koleksi penting terkait sejarah dan budaya Sunda. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi daya tarik Museum Sri Baduga sebagai destinasi wisata, khususnya dalam konteks pariwisata lokal yang terus berkembang. Sebagai salah satu tujuan wisata populer, Kota Bandung menawarkan berbagai pilihan destinasi, sehingga penting untuk memahami posisi museum dalam menarik minat wisatawan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang dapat ditingkatkan. Selain itu, penelitian ini menyoroti peran museum dalam pelestarian budaya, yang menjadikannya tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pelestarian warisan budaya lokal di tengah arus globalisasi. Penelitian ini berupaya mengungkap faktor-faktor utama yang memengaruhi daya tarik Museum Sri Baduga serta bagaimana museum dapat beradaptasi dengan perubahan preferensi wisatawan di era modern. Temuan penelitian diharapkan mampu memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola museum untuk merancang strategi pemasaran yang lebih efektif guna menarik pengunjung dari berbagai kalangan, baik domestik maupun internasional. Dengan fokus pada daya tarik wisata dan kontribusi terhadap pelestarian budaya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru yang relevan bagi pengembangan Museum Sri Baduga dan sektor pariwisata di Kota Bandung.

Museum Sri Baduga memiliki daya tarik utama pada koleksi budaya Sunda yang beragam dan bernilai historis tinggi, menjadikannya tempat edukatif dan rekreatif sekaligus.Fasilitas museum sudah memadai untuk kunjungan edukatif, namun masih perlu pengembangan dalam bentuk teknologi interaktif dan peningkatan kenyamanan fisik.Strategi pemasaran museum masih belum maksimal dan perlu menjangkau seluruh segmen wisatawan, terutama generasi muda yang lebih tertarik pada pengalaman digital.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan pengalaman interaktif di Museum Sri Baduga, misalnya dengan mengintegrasikan teknologi augmented reality untuk menghidupkan koleksi dan memberikan informasi yang lebih menarik bagi pengunjung muda. Selain itu, perlu dilakukan studi mendalam mengenai preferensi wisatawan terhadap konten budaya Sunda, termasuk jenis pameran, pertunjukan seni, dan kegiatan edukasi yang paling diminati, sehingga museum dapat merancang program yang lebih relevan dan menarik. Terakhir, penelitian dapat mengkaji efektivitas berbagai strategi pemasaran digital, seperti penggunaan media sosial, influencer marketing, dan konten video, dalam meningkatkan visibilitas museum dan menarik wisatawan dari berbagai kalangan, baik lokal maupun internasional, dengan mempertimbangkan tren terkini dalam perilaku konsumen dan perkembangan teknologi.

Read online
File size702.92 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test