APPISIAPPISI
Tamasya : Jurnal Pariwisata IndonesiaTamasya : Jurnal Pariwisata IndonesiaBatu Basurek merupakan salah satu daya tarik wisata budaya di Kabupaten Tanah Datar yang mempunyai nilai sejarah tinggi. Sebagai destinasi wisata, Batu Basurek menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengenal lebih dalam kebudayaan dan peninggalan sejarah. Namun, fasilitas di lokasi ini masih belum memenuhi standar yang seharusnya dimiliki oleh sebuah daya tarik wisata budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepentingan dan kinerja sarana wisata di Batu Basurek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei, di mana kuesioner digunakan sebagai alat pengumpulan data. Teknik analisis yang diterapkan adalah Importance Performance Analysis (IPA) guna mengukur kesenjangan antara tingkat kepentingan dan kinerja fasilitas wisata. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan pengunjung dan kondisi aktual fasilitas wisata. Tingkat Kesesuaian Total (TKT) sebesar 152% mengindikasikan bahwa kinerja sarana wisata masih perlu ditingkatkan.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan antara tingkat kepentingan dan kinerja sarana wisata di Daya Tarik Wisata Batu Basurek.Tingkat Kesesuaian Total (Tk1 Total) yang dihitung sebesar 152% menunjukkan bahwa kinerja sarana wisata masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi harapan pengunjung.Sejumlah atribut, seperti Hotel dan Mushalla, Toilet, serta Tempat Sampah memerlukan perhatian utama karena meskipun penting bagi pengunjung, kinerjanya masih belum memadai.Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pengelola perlu fokus pada perbaikan atribut yang mempunyai kesenjangan terbesar antara harapan dan kenyataan untuk meningkatkan kepuasan pengunjung.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk pengembangan daya tarik wisata Batu Basurek. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai persepsi wisatawan terhadap kualitas layanan informasi dan panduan wisata yang tersedia, dengan tujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi yang belum terpenuhi dan merancang sistem informasi yang lebih efektif. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman wisatawan dalam berinteraksi dengan masyarakat lokal, sehingga dapat diidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan wisatawan dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan keramahan dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pariwisata. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan kinerja fasilitas wisata Batu Basurek dengan daya tarik wisata budaya serupa di daerah lain, sehingga dapat diidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat diadopsi untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan wisata.
| File size | 930.81 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
ITSMITSM Prinsip-prinsip pada konsep tersebut mencakup upaya untuk melestarikan dan memperbaiki lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta memastikan manfaatPrinsip-prinsip pada konsep tersebut mencakup upaya untuk melestarikan dan memperbaiki lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta memastikan manfaat
DARUNNAJAHDARUNNAJAH Implementasi 3R di departemen Food & Beverage terdiri dari tiga dimensi yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle, dengan 8 dari 10 indikator telah diterapkan secaraImplementasi 3R di departemen Food & Beverage terdiri dari tiga dimensi yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle, dengan 8 dari 10 indikator telah diterapkan secara
APPISIAPPISI Budaya organisasi adalah seperangkat nilai, keyakinan dan asumsi dasar yang memengaruhi perilaku anggota organisasi dan memberikan kerangka kerja untukBudaya organisasi adalah seperangkat nilai, keyakinan dan asumsi dasar yang memengaruhi perilaku anggota organisasi dan memberikan kerangka kerja untuk
APPISIAPPISI Kedai kopi dipilih tidak hanya karena penawaran minuman dan makanan ringan tetapi juga karena suasananya yang nyaman dan estetika serta fasilitas pendukungKedai kopi dipilih tidak hanya karena penawaran minuman dan makanan ringan tetapi juga karena suasananya yang nyaman dan estetika serta fasilitas pendukung
APPISIAPPISI Temuan ini menunjukkan bahwa metode pelatihan berbasis praktik terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kompetensi higienitas mahasiswa. OlehTemuan ini menunjukkan bahwa metode pelatihan berbasis praktik terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan kompetensi higienitas mahasiswa. Oleh
DARUNNAJAHDARUNNAJAH Kurikulum memainkan peran yang sangat penting dalam pendidikan sebagai panduan utama dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Namun, dalam praktiknya, kurikulumKurikulum memainkan peran yang sangat penting dalam pendidikan sebagai panduan utama dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Namun, dalam praktiknya, kurikulum
DARUNNAJAHDARUNNAJAH Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pengajian rutin memiliki kontribusi positif dalam membangun literasi keagamaan masyarakat. Berdasarkan hasil analisisTemuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pengajian rutin memiliki kontribusi positif dalam membangun literasi keagamaan masyarakat. Berdasarkan hasil analisis
PPLPPL Kolaborasi dengan stakeholder eksternal dapat menjadi strategi dalam mengoptimalkan program pelatihan bagi masyarakat di wilayah kepulauan. PenelitianKolaborasi dengan stakeholder eksternal dapat menjadi strategi dalam mengoptimalkan program pelatihan bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Penelitian
Useful /
UNTARUNTAR Dengan fokus pada perusahaan non-siklik konsumen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untukDengan fokus pada perusahaan non-siklik konsumen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), penelitian ini menggunakan metode purposive sampling untuk
PDPIPDPI Secara keseluruhan, kualitas pelayanan dan harga memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, dengan koefisien determinasi sebesar 0,802,Secara keseluruhan, kualitas pelayanan dan harga memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, dengan koefisien determinasi sebesar 0,802,
PPLPPL Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang tata kelola desa wisata, peningkatan produk, kelembagaan, dan pemasaran. Dengan pendekatanPelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang tata kelola desa wisata, peningkatan produk, kelembagaan, dan pemasaran. Dengan pendekatan
PPLPPL Pelatihan ini menggunakan metode pengelolaan proyek skrumban dan metode pelaksanaan kegiatan melalui diskusi, simulasi, dan praktik dengan lembar kerjaPelatihan ini menggunakan metode pengelolaan proyek skrumban dan metode pelaksanaan kegiatan melalui diskusi, simulasi, dan praktik dengan lembar kerja