UMUM

Jurnal Sains PsikologiJurnal Sains Psikologi

Berdasarkan data BP2MI tahun 2023, minat masyarakat Indonesia untuk bekerja di luar negeri semakin meningkat. Salah satu faktor pendorong utama perilaku manusia adalah kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tiga kebutuhan spesifik (kebutuhan untuk berprestasi, kekuasaan, dan afiliasi) memengaruhi niat Gen Z untuk bekerja di luar negeri, dengan gender dianggap sebagai moderator potensial. Studi kuantitatif ini berfokus pada individu Gen Z sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan Google Forms yang didistribusikan kepada 478 mahasiswa (354 perempuan; 124 laki-laki) dari berbagai universitas di Indonesia. Pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur moderasi, yang difasilitasi oleh perangkat lunak statistik Jamovi 2.3.26. Profil kebutuhan responden adalah: kebutuhan untuk berprestasi (M = 3,81), afiliasi (M = 3,57), dan kekuasaan (M = 3,57). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa gender tidak memoderasi dampak kebutuhan untuk berprestasi, kekuasaan, dan afiliasi terhadap niat Gen Z untuk bekerja di luar negeri. Kebutuhan untuk berprestasi muncul sebagai kebutuhan yang paling dominan di antara responden, diikuti oleh afiliasi dan kekuasaan. Temuan ini menunjukkan implikasi untuk merancang program pengembangan diri yang efektif yang disesuaikan dengan kebutuhan dominan individu, sehingga meningkatkan keberhasilan intervensi.

Kebutuhan untuk berprestasi, kekuasaan, dan afiliasi secara langsung memengaruhi niat Generasi Z untuk bekerja di luar negeri.Gender tidak memoderasi pengaruh ketiga kebutuhan tersebut terhadap niat bekerja di luar negeri.Tidak terdapat perbedaan signifikan dalam niat bekerja di luar negeri antara laki-laki dan perempuan, serta kebutuhan untuk berprestasi merupakan kebutuhan yang paling dominan di kalangan responden.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh lingkungan keluarga dan latar belakang sosioekonomi terhadap dominasi kebutuhan berprestasi pada Gen Z yang berminat bekerja di luar negeri, mengingat faktor internal seperti kebutuhan tidak berdiri sendiri melainkan dipengaruhi konteks sosial. Kedua, penelitian selanjutnya bisa menggali bagaimana eksposur terhadap budaya global melalui media digital membentuk kesamaan niat antar gender dalam bekerja di luar negeri, mengingat gender tidak menjadi moderator meskipun perbedaan kebutuhan antar gender tetap ada. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain di luar kebutuhan McClelland—seperti nilai budaya, agama, atau kesehatan mental—yang mungkin lebih kuat memengaruhi keputusan Gen Z, karena model dalam penelitian ini hanya menjelaskan sekitar 9,84% variansi niat. Penelitian yang lebih komprehensif dengan pendekatan kualitatif atau mixed methods dapat membuka pemahaman mendalam tentang motivasi sejati di balik minat tersebut. Selain itu, perlu dikaji bagaimana universitas atau lembaga pendidikan dapat mengintegrasikan profil kebutuhan ini dalam layanan karier, serta mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis kebutuhan individu. Studi lintas negara juga dapat dilakukan untuk melihat apakah temuan ini konsisten di negara Asia Tenggara lain dengan konteks budaya berbeda. Akhirnya, penelitian bisa mengevaluasi efek jangka panjang dari penempatan kerja luar negeri terhadap pemenuhan ketiga kebutuhan tersebut, untuk memahami keberlanjutan motivasi setelah keputusan diambil.

  1. Profiling Needs of X Private University's Students in Jakarta Using McClelland's Theory Approach... doi.org/10.35508/jhbs.v5i1.9144Profiling Needs of X Private Universitys Students in Jakarta Using McClellands Theory Approach doi 10 35508 jhbs v5i1 9144
  2. DOI Name 10.29333 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.29333DOI Name 10 29333 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 29333
  3. SEKSUALITAS MANUSIA DAN MASALAH GENDER: DEKONSTRUKSI SOSIAL DAN REORIENTASI | Raharjo | Populasi. seksualitas... journal.ugm.ac.id/populasi/article/view/11578SEKSUALITAS MANUSIA DAN MASALAH GENDER DEKONSTRUKSI SOSIAL DAN REORIENTASI Raharjo Populasi seksualitas journal ugm ac populasi article view 11578
Read online
File size335.13 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test