UMRAHUMRAH
Jurnal Intek AkuakulturJurnal Intek AkuakulturPenelitian mengenai Profil Darah Ikan Kakap Putih yang Diberi Pakan Mengandung Gracilaria sp. dilakukan untuk mengkaji bahan yang mempunyai kemampuan menstimulasi hematokrit dan diferensial leukosit dengan adanya kandungan polisakarida sulfat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020. Pemeliharaan ikan uji dilakukan di keramba jaring apung Desa Madong, Kelurahan Kampung Bugis, dan uji darah dilakukan di Laboratorium Marine Biotechnology, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, dengan perlakuan K (Pemberian pakan tanpa penambahan Gracilaria sp.), A (Pakan dengan tepung Gracilaria sp. 15 gram/kg pakan), B (Pakan dengan tepung Gracilaria sp. 20 gram/kg pakan), dan C (Pakan dengan tepung Gracilaria sp. 25 gram/kg pakan). Ikan kakap putih diberi pakan perlakuan secara at satiation sebanyak 2 kali sehari selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung Gracilaria sp. pada pakan memberikan pengaruh signifikan terhadap hematokrit dan diferensial leukosit jenis limfosit pada ikan kakap putih, tetapi tidak memberikan pengaruh signifikan pada monosit dan neutrofil ikan kakap putih.
berpengaruh nyata terhadap persentase hematokrit dan limfosit ikan kakap putih, namun tidak berpengaruh nyata terhadap monosit dan neutrofil.Nilai tertinggi hematokrit (45,84%) dan limfosit (77,00%) diperoleh pada perlakuan B dengan dosis 20 g/kg pakan.sebagai imunostimulan alami dalam meningkatkan respons kekebalan non-spesifik ikan kakap putih.
Pertama, perlu diteliti efek pemberian Gracilaria sp. dalam jangka waktu lebih lama untuk mengetahui dampak akumulatif terhadap sistem imun dan kesehatan jangka panjang ikan kakap putih. Kedua, sebaiknya dilakukan uji tantang infeksi patogen seperti Vibrio sp. setelah suplementasi Gracilaria sp. guna mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan ketahanan terhadap penyakit. Ketiga, perlu dikaji formulasi pakan yang mengombinasikan Gracilaria sp. dengan bahan imunostimulan lain seperti probiotik atau vitamin C untuk melihat efek sinergis terhadap respons imun non-spesifik ikan. Penelitian lanjutan dapat membandingkan efektivitas berbagai dosis ekstrak alami Gracilaria sp. yang diujikan secara oral maupun perendaman. Selain itu, perlu dievaluasi pengaruhnya terhadap parameter pertumbuhan dan sintasan sebagai indikator performa budidaya. Kombinasi antara parameter fisiologis, imunologis, dan produktivitas akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai nilai tambah suplemen alami ini. Uji pada kondisi tambak atau kolam produksi juga penting untuk menguji efektivitas dalam skala nyata. Penelitian juga bisa mengarah pada analisis kandungan bioaktif dalam tepung Gracilaria sp. yang spesifik memicu respons hematologis. Dengan memahami mekanisme kerjanya, suplemen pakan dapat dirancang lebih efisien dan terarah. Hal ini akan mendukung pengembangan pakan fungsional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam budidaya perikanan.
| File size | 807.44 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UMRAHUMRAH Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, di mana Perlakuan A (Jarak Tingkatan 25 cm), Perlakuan B (JarakMetode yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, di mana Perlakuan A (Jarak Tingkatan 25 cm), Perlakuan B (Jarak
UMRAHUMRAH Sehingga pada penelitian ini dosis terbaik penambahan kunyit dalam pakan adalah 15 g/kg pakan untuk pertumbuhan ikan kakap putih. Penelitian ini menyimpulkanSehingga pada penelitian ini dosis terbaik penambahan kunyit dalam pakan adalah 15 g/kg pakan untuk pertumbuhan ikan kakap putih. Penelitian ini menyimpulkan
UMRAHUMRAH 01 % /hari), bobot mutlak rumput laut K. alvarezii sebesar (283.24 ± 0. 44 g), dan pertumbuhan mutlak rumput laut K. alvarezii sebesar (183.24 ± 0. 4401 % /hari), bobot mutlak rumput laut K. alvarezii sebesar (283.24 ± 0. 44 g), dan pertumbuhan mutlak rumput laut K. alvarezii sebesar (183.24 ± 0. 44
UMRAHUMRAH karena kerusakan membran sel akibat denaturasi protein dan pelarutan lemak. Hasil penelitian ini mengindikasikan potensi jahe sebagai alternatif pengendalikarena kerusakan membran sel akibat denaturasi protein dan pelarutan lemak. Hasil penelitian ini mengindikasikan potensi jahe sebagai alternatif pengendali
UMRAHUMRAH Hasil identifikasi ditemukan jenis parasit yang menginfeksi kulit dan insang ikan cupang adalah Gyrodactylus sp. Prevalensi tertinggi terdapat pada kulit,Hasil identifikasi ditemukan jenis parasit yang menginfeksi kulit dan insang ikan cupang adalah Gyrodactylus sp. Prevalensi tertinggi terdapat pada kulit,
UMRAHUMRAH Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kisaran suhu media pemeliharaan yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan kakap putih.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kisaran suhu media pemeliharaan yang optimal terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan kakap putih.
UMRAHUMRAH Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu A: 1 kali/hari, B: 2 kali/hari, C: 3 kali/hari, dan D: 4 kali/hari.Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu A: 1 kali/hari, B: 2 kali/hari, C: 3 kali/hari, dan D: 4 kali/hari.
UMRAHUMRAH Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di Laboratorium Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan Kelas II Tanjungpinang.Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di Laboratorium Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan Kelas II Tanjungpinang.
Useful /
UMRAHUMRAH Dengan demikian, penambahan tepung kunyit sebanyak 10 gr pada 1 kg pakan sudah efektif untuk meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan kerapu cantang.Dengan demikian, penambahan tepung kunyit sebanyak 10 gr pada 1 kg pakan sudah efektif untuk meningkatkan efisiensi pakan dan pertumbuhan ikan kerapu cantang.
UMRAHUMRAH 37 g dengan panjang 3,7 cm dari pemijahan alami, 0. 43 g dengan panjang 3,1 cm dari induk pemijahan semi buatan dan 0. 25 g dengan panjang 2,5 cm dari37 g dengan panjang 3,7 cm dari pemijahan alami, 0. 43 g dengan panjang 3,1 cm dari induk pemijahan semi buatan dan 0. 25 g dengan panjang 2,5 cm dari
UMRAHUMRAH Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 50 gram memiliki nilai rata-rata tertinggi dari perlakuan 100 g dan 150 gram dengan metode lepas dasar. HalHasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 50 gram memiliki nilai rata-rata tertinggi dari perlakuan 100 g dan 150 gram dengan metode lepas dasar. Hal
UMRAHUMRAH Penelitian ini dilakukan pada bulan April - Juni 2019 selama 42 hari di Kelompok Budidaya Maju Mandiri, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. MetodePenelitian ini dilakukan pada bulan April - Juni 2019 selama 42 hari di Kelompok Budidaya Maju Mandiri, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Metode