UMBUMB

Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri)Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri)

Hirarc (hazard identification risk assessment and risk control) dan hazops (hazard and operability study) adalah metode identifikasi yang digunakan untuk meninjau bahaya suatu operasi atau proses secara sistematis, teliti, dan terstruktur yang dapat menimbulkan risiko merugikan bagi manusia, fasilitas, lingkungan, atau sistem yang ada serta menjelaskan penanggulangan risiko. Tingkat implementasi suatu program berdasarkan hirarc dikatakan efektif atau tidak, diketahui melalui kombinasi tingkat kinerja program dan tingkat kecelakaan. Penelitian ini dilakukan dengan observasi lapangan dan wawancara. Pengolahan data dimulai dengan menghitung tingkat kinerja implementasi program dari hirarc yang sudah berjalan dan tingkat kecelakaan kerja di area unloading unit dengan truk car carrier tipe semi trailer sehingga dari kedua data tersebut akan didapat tingkat implementasi program. Selanjutnya diidentifikasi potensi bahaya dan penanggulangannya dengan metode hazops sehingga didapatkan perbandingan antara kedua metode tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat implementasi program dari hirarc pada proses unloading unit dengan truk car carrier tipe semi trailer berada pada tingkat 2 (cukup aman) dengan kategori warna kuning. Bahaya yang memiliki nilai risiko ekstrim pada proses unloading dengan menggunakan metode hazops, yaitu tangga terlepas, masalah ketinggian, terjepit tangga, dan masalah pada sling.

Tingkat implementasi program hirarc pada proses unloading unit dengan truk car carrier tipe semi trailer berada pada level 2 (cukup aman) dengan kategori warna kuning.Bahaya dengan risiko ekstrim yang teridentifikasi menggunakan metode hazops meliputi tangga terlepas, masalah ketinggian, terjepit tangga, dan kerusakan sling.Metode hirarc lebih sederhana, cepat, dan aplikatif namun kurang mendetail dan dominan pada faktor manusia, sedangkan hazops lebih mendetail, mudah dibaca, dan fokus pada peralatan meskipun lebih rumit dan membutuhkan waktu lebih lama.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian mengenai integrasi metode hirarc dan hazops dalam satu sistem identifikasi bahaya untuk memanfaatkan kelebihan masing-masing metode, sehingga dapat menghasilkan pendekatan yang lebih komprehensif baik terhadap faktor manusia maupun peralatan. Kedua, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang efektivitas penerapan sistem pelacakan kondisi peralatan (seperti sling dan tangga) secara real-time menggunakan teknologi sensor atau IoT, untuk mendeteksi kerusakan dini dan mencegah bahaya ekstrim secara proaktif. Ketiga, penting untuk meneliti dampak pelatihan berbasis simulasi terhadap kesadaran operator dalam penerapan prosedur keselamatan, terutama dalam menghadapi kondisi nearmiss, agar dapat meningkatkan kinerja implementasi program menuju level 1 (aman dan nyaman) secara berkelanjutan.

Read online
File size331.4 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test