UNSUNS

Journal of Biodiversity and BiotechnologyJournal of Biodiversity and Biotechnology

Kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan salah satu komoditas dengan nilai ekonomi tinggi. Selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, prospek ekonomi kacang tanah juga sangat menjanjikan karena dapat diolah menjadi berbagai produk yang menambah nilai ekonomi di industri pangan. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan petani di berbagai daerah. Populasi Indonesia yang luas mengonsumsi kacang tanah, sehingga permintaan kacang tanah terus meningkat setiap tahun seiring dengan pertumbuhan populasi. Namun, peningkatan permintaan ini tidak didukung oleh peningkatan produksi kacang tanah yang sesuai. Beberapa faktor, seperti perubahan iklim dan ketersediaan nutrisi yang tidak mencukupi, dapat menyebabkan penurunan produksi kacang tanah. Ketersediaan air dapat dipengaruhi oleh anomali cuaca, yang dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan air, sehingga mempengaruhi produksi dan produktivitas kacang tanah. Kekurangan air dapat menghambat pembukaan stomata daun, yang pada gilirannya mempengaruhi proses fisiologis tanaman dan akhirnya mempengaruhi hasil panennya. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penurunan produksi kacang tanah adalah ketersediaan air yang tidak mencukupi selama proses pertumbuhan, yang sangat mempengaruhi hasil panen kacang tanah.

Penyiraman setiap 4 hari menghasilkan berat tunas segar tertinggi, penyiraman setiap 3 hari menghasilkan berat 100 biji terbaik, dan penyiraman setiap hari menghasilkan berat tunas kering tertinggi.Pemberian pupuk organik dengan dosis 20 ton/ha menghasilkan hasil terbaik untuk tinggi tanaman, luas daun, indeks luas daun, jumlah buah, berat buah segar, berat buah kering, jumlah biji, dan berat biji.Pemberian pupuk organik dengan dosis 30 ton/ha menghasilkan jumlah daun tertinggi pada 5 minggu setelah tanam (WAP), jumlah simpul pada 5 WAP, dan usia berbunga yang optimal.Interaksi antara penyiraman setiap hari dan pemberian pupuk organik dengan dosis 20 ton/ha menghasilkan berat tunas kering tertinggi.

Untuk meningkatkan produksi kacang tanah, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan metode penyiraman yang lebih efisien dan efektif, serta mengoptimalkan dosis pupuk organik yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi jenis pupuk organik alternatif yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan produktivitas kacang tanah dan membantu petani dalam meningkatkan pendapatan mereka.

  1. EFFECT OF WATERING FREQUENCY AND ORGANIC FERTILIZER ON THE GROWTH AND YIELD OF GROUND NUT | Supriyono... jurnal.uns.ac.id/jbb/article/view/109410EFFECT OF WATERING FREQUENCY AND ORGANIC FERTILIZER ON THE GROWTH AND YIELD OF GROUND NUT Supriyono jurnal uns ac jbb article view 109410
Read online
File size281.45 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test