STIM YKPNSTIM YKPN

Telaah BisnisTelaah Bisnis

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh perempuan dalam dewan direksi (WOB), dewan direksi (BOD), dewan komisaris (BOC), dan dewan komisaris independen (BOCI) terhadap kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan mencakup kinerja finansial yang diukur dengan return on assets (ROA), serta kinerja pasar yang diukur dengan Tobins Q. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan sampel sebanyak 20 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Periode observasi mencakup enam tahun (2019–2024). Pengujian hipotesis dilakukan dengan regresi data panel. Berdasarkan hasil uji Chow, uji Hausman, dan uji LM, model optimal yang digunakan adalah regresi data panel dengan Random Effect Model (untuk Tobins Q) dan Fixed Effect Model (untuk ROA). Temuan penelitian menunjukkan bahwa perempuan dalam dewan direksi, dewan direksi, dewan komisaris, dan dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, baik diukur dengan Tobins Q maupun ROA. Namun, untuk Tobins Q, koefisiennya bernilai negatif, sedangkan untuk ROA, hanya BOD dan BOCI yang memiliki koefisien negatif. Penelitian ini memberikan kontribusi secara ilmiah dan dapat digunakan oleh peneliti selanjutnya yang fokus pada isu perempuan dalam dewan direksi serta struktur dewan direksi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan perempuan dalam dewan direksi, dewan direksi, dewan komisaris, dan dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, baik yang diukur dengan Tobins Q maupun ROA.Hal ini kemungkinan disebabkan oleh guncangan ekonomi global pada 2020–2021 akibat pandemi COVID-19 yang menghambat operasional perusahaan dan akses terhadap aktivitas bisnis.Temuan ini diharapkan dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai struktur dewan dan representasi perempuan dalam dewan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi bagaimana dinamika budaya perusahaan dan konteks lokal di industri kelapa sawit memengaruhi efektivitas pengambilan keputusan oleh dewan direksi yang beragam secara gender, mengingat bahwa faktor sosial-budaya mungkin menjadi penghambat atau pendukung peran perempuan dalam kepemimpinan. Kedua, penting untuk mengkaji lebih dalam mengenai kualitas dan latar belakang perempuan anggota dewan, bukan hanya jumlahnya, untuk mengetahui apakah pengalaman, jejaring, atau peran spesifik mereka (seperti di komite audit) dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan meskipun secara agregat tidak signifikan. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi longitudinal yang mencakup periode pasca-pandemi secara lebih luas untuk melihat apakah pemulihan ekonomi membuka ruang bagi struktur dewan yang lebih inklusif untuk menunjukkan pengaruhnya terhadap kinerja jangka panjang.

  1. The Effect of Intellectual Capital and Good Corporate Governance on Financial Performance and Corporate... koreascience.or.kr/article/JAKO202109554061381.pageThe Effect of Intellectual Capital and Good Corporate Governance on Financial Performance and Corporate koreascience or kr article JAKO202109554061381 page
  2. Does Board Gender Diversity Really Improve Firm Performance? Evidence from Greek Listed Firms. board... mdpi.com/1911-8074/15/7/306Does Board Gender Diversity Really Improve Firm Performance Evidence from Greek Listed Firms board mdpi 1911 8074 15 7 306
  3. Women on Board and Performance of Family Firms: Evidence from India by Jayati Sarkar, Ekta Selarka ::... papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=2905587Women on Board and Performance of Family Firms Evidence from India by Jayati Sarkar Ekta Selarka papers ssrn sol3 papers cfm abstract id 2905587
Read online
File size399.58 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test