UMBJMUMBJM

Healthy-Mu JournalHealthy-Mu Journal

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri patogen seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli tetap menjadi masalah kesehatan global yang serius, terutama dengan meningkatnya prevalensi resistensi antimikroba. Eksplorasi sumber alami dengan potensi antibiofilm menjadi strategi penting dalam mengembangkan alternatif terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kandungan fitokimia dan aktivitas antibiofilm dari ekstrak etanol 96% akar rumbia (Metroxylon sagu Rottb.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) dengan etanol 96% sebagai pelarut. Aktivitas antibiofilm dievaluasi menggunakan metode tabung uji dengan pewarnaan kristal violet 0,1%, dan absorbansi diukur dengan spektrofotometer pada konsentrasi serial 1000, 500, 250, 125, 62,5, dan 31,25 µg/mL, diikuti dengan penentuan IC50 untuk setiap bakteri. Skrining fitokimia mengungkapkan adanya alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kuinon, dan steroid/triterpenoid. Ekstrak menunjukkan aktivitas antibiofilm yang lebih tinggi terhadap Escherichia coli (IC50 = 87,79 µg/mL) dibandingkan Staphylococcus aureus (IC50 = 198,3 µg/mL). Temuan ini menyoroti potensi ekstrak akar rumbia sebagai kandidat antibiofilm alami yang menjanjikan untuk mengatasi infeksi terkait biofilm.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% akar rumbia memiliki aktivitas dalam menghambat pembentukan biofilm terhadap bakteri E.coli adalah sebesar 87,79 µg/mL, sedangkan terhadap S.Hasil ini mengindikasikan bahwa ekstrak akar rumbia berpotensi dikembangkan sebagai agen antibiofilm alami.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan identifikasi dan karakterisasi lebih lanjut terhadap senyawa-senyawa fitokimia spesifik dalam ekstrak akar rumbia yang berkontribusi terhadap aktivitas antibiofilm, misalnya melalui metode kromatografi dan spektroskopi. Kedua, penelitian lebih mendalam mengenai mekanisme aksi antibiofilm ekstrak akar rumbia perlu dilakukan, termasuk pengaruhnya terhadap pembentukan matriks biofilm, adhesi bakteri, dan quorum sensing. Ketiga, studi in vivo pada model hewan infeksi biofilm perlu dilakukan untuk menguji efektivitas dan keamanan ekstrak akar rumbia dalam mengatasi infeksi bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai potensi ekstrak akar rumbia sebagai agen antibiofilm alami dan membuka jalan bagi pengembangan terapi baru untuk mengatasi masalah resistensi antibiotik.

  1. Healthy-Mu Journal. healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine... journal.umbjm.ac.id/index.php/healthyHealthy Mu Journal healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine journal umbjm ac index php healthy
  2. Healthy-Mu Journal. healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine... doi.org/10.35747/hmjHealthy Mu Journal healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine doi 10 35747 hmj
Read online
File size614.38 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test