FDIKJOURNAL UINMAFDIKJOURNAL UINMA

Mudabbir: Jurnal Manajemen DakwahMudabbir: Jurnal Manajemen Dakwah

Penelitian ini menganalisis representasi hijrah dalam film Ketika Mas Gagah Pergi sebagai proses transformasi spiritual yang terjadi melalui dimensi personal, sosial, kultural, dan visual. Dengan menggunakan perspektif visual religion, studi ini menunjukkan bagaimana film membangun pengalaman keagamaan melalui simbol, estetika visual, dan narasi sinematik yang dekat dengan kehidupan pemuda urban. Adaptasi karya sastra ke media film, serta penyebarannya di media sosial, menjadikan narasi hijrah dalam film ini bagian dari dakwah digital dan budaya populer Islam yang berkembang di Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa film ini tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai ruang dakwah yang membentuk pemahaman generasi muda mengenai identitas keagamaan dan makna hijrah. Namun, terdapat ambivalensi representasi, di mana hijrah memiliki potensi direduksi menjadi identitas simbolis yang rentan terhadap komodifikasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya memahami hijrah sebagai proses spiritual yang substantif dan berorientasi etika, bukan sekadar gaya hidup visual yang populer.

Film Ketika Mas Gagah Pergi merepresentasikan hijrah sebagai proses transformasi spiritual yang kompleks dan melibatkan dimensi personal, sosial, kultural, serta visual.Film ini berfungsi sebagai media dakwah yang efektif melalui narasi emosional, estetika visual, dan keterhubungan dengan budaya digital yang membentuk persepsi pemuda tentang kesalehan dan identitas keagamaan.Namun, terdapat ambivalensi dalam representasi hijrah, karena penekanan berlebihan pada simbol visual berpotensi mereduksi maknanya menjadi performatif dan komodifikasi, sehingga perlu ditekankan kembali esensi hijrah sebagai perjalanan spiritual, perbaikan diri, dan komitmen etis.

Pertama, perlu diteliti bagaimana generasi muda yang terinspirasi oleh film ini mengalami proses hijrah dalam kehidupan nyata: apakah perubahan mereka bersifat substantif atau hanya meniru simbol-simbol visual seperti pakaian dan gaya bicara? Kedua, penting untuk mengkaji dampak media sosial terhadap persepsi spiritualitas di kalangan remaja, khususnya bagaimana konten dakwah berbasis visual seperti klip dari film ini memengaruhi pemahaman mereka tentang ketaatan dan nilai-nilai Islam dibandingkan dengan sumber tradisional seperti pesantren atau majelis taklim. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang pergeseran otoritas keagamaan dalam konteks digital, dengan fokus pada bagaimana figur seperti tokoh film atau penulis fiksi religi menjadi rujukan spiritual baru, dan bagaimana legitimasi keagamaan dibangun melalui popularitas visual dibandingkan dengan penguasaan ilmu agama secara formal. Penelitian-penelitian ini akan membantu memahami dinamika transformasi keagamaan di kalangan anak muda yang semakin terikat dengan budaya visual dan digital.

  1. Article | KnE Open. article kne open social sciences issn 668x latest conference proceedings humanities... doi.org/10.18502/kss.v9i22.16657Article KnE Open article kne open social sciences issn 668x latest conference proceedings humanities doi 10 18502 kss v9i22 16657
Read online
File size426.56 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test