UMDUMD

Jurnal Ilmiah CakrawartiJurnal Ilmiah Cakrawarti

Penelitian ini menganalisis gerakan musik indie sebagai gerakan antireklamasi Teluk Benoa, Kabupaten Badung, tahun 2013-2018. Ada tiga masalah yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu representasi musik indie sebagai praktik perlawanan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa, ideologi yang melatarbelakangi musik indie dalam praktik perlawanan terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa, dan signifikansi praktik perlawanan musik indie terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara, studi dokumen, dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan teori Kuasa Pengetahuan, Praktik, dan Semiotik.

Pertama, musik indie berhasil merepresentasikan aspirasi masyarakat melalui lirik lagu yang dipentaskan dalam demonstrasi antireklamasi, sehingga masyarakat merasa terwakili.Kedua, ideologi yang mendasari gerakan musik indie adalah pelestarian lingkungan dan budaya Bali, yang menolak reklamasi karena berpotensi merusak alam dan tidak menghormati adat istiadat.Ketiga, praktik perlawanan musik indie mampu memperkuat tekanan publik untuk mencabut Perpres Nomor 51 Tahun 2014 agar rencana reklamasi dibatalkan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana musik indie memengaruhi perubahan sikap politik generasi muda Bali terhadap isu lingkungan melalui media sosial, dengan fokus pada mekanisme penyebaran pesan dan penguatan identitas kolektif. Selain itu, perlu diteliti efektivitas konser-konser mini sebagai ruang partisipasi demokratis di tingkat komunitas, termasuk bagaimana musik membentuk kohesi sosial dalam gerakan sosial lintas kelompok. Terakhir, penting untuk mengeksplorasi hubungan antara keberadaan situs suci dalam kawasan reklamasi dengan strategi retorika lirik lagu, guna memahami integrasi nilai sakral dalam bentuk perlawanan budaya modern.

Read online
File size95.15 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test