USNIUSNI

JURNAL TECHLINKJURNAL TECHLINK

Pencemaran udara perkotaan telah menjadi isu yang perlu mendapat perhatian karena menghasilkan gas nitrogen dioksida (NO2) dan sulfur dioksida (SO2). Gas NO2 merupakan polutan yang cukup berbahaya bagi kesehatan manusia karena dapat menyebabkan iritasi mata dan ketidaknyamanan pada paru-paru, sedangkan gas SO2 dapat memengaruhi sistem kardiovaskular serta menyebabkan sakit kepala, tekanan darah rendah, dan detak jantung cepat. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan kualitas udara dengan mempertimbangkan faktor meteorologi seperti kelembaban dan kecepatan angin yang dapat menyebabkan kesalahan pengukuran. Rata-rata pengukuran SO2 di lokasi laboratorium lingkungan adalah 28,9 µg/m³, di kawasan perumahan Villa Dago sebesar 24,2 µg/m³, sedangkan konsentrasi NO2 di laboratorium lingkungan sebesar 37,1 µg/m³ dan di Villa Dago sebesar 26,8 µg/m³. Kelembaban di lokasi laboratorium lingkungan rata-rata 71,7 %RH dan di lokasi perumahan rata-rata 2,2 %RH. Rata-rata kecepatan angin di lokasi laboratorium adalah 2,0 m/s dan di perumahan Villa Dago sebesar 2,2 m/s. Hubungan antara SO2 dan kelembaban di lokasi laboratorium lingkungan memiliki korelasi rata-rata (r) sebesar 0,76 dengan R2 0,5714, menunjukkan korelasi kuat pada waktu pengambilan sampel pukul 07.00, 13.00, dan 17.00 di kawasan sekitar laboratorium. Sementara itu, di perumahan Villa Dago, korelasi (r) antara NO2 dan waktu pengujian adalah 0,99, yang menandakan hubungan sangat kuat dengan R2 sebesar 1 dan persamaan regresi Y = 26,4 0,2X.

Konsentrasi rata-rata SO2 dan NO2 di sekitar lokasi laboratorium lingkungan masing-masing sebesar 28,9 µg/m³ dan 37,1 µg/m³, sedangkan di kawasan perumahan masing-masing sebesar 24,2 µg/m³ dan 26,8 µg/m³.Di lokasi laboratorium lingkungan, terdapat korelasi sangat kuat antara konsentrasi SO2 dengan kelembaban (r = 0,992) dan kecepatan angin (r = 0,948).Di lokasi perumahan, korelasi antara SO2 dengan kelembaban (r = 0,991) dan kecepatan angin (r = 0,86) juga sangat kuat, menunjukkan pengaruh signifikan faktor meteorologi terhadap konsentrasi polutan udara.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menyelidiki pengaruh curah hujan terhadap fluktuasi konsentrasi NO2 dan SO2 di daerah perkotaan seperti Tangerang Selatan, mengingat dalam penelitian ini disebutkan bahwa curah hujan rendah berkorelasi dengan konsentrasi polutan yang tinggi, namun data curah hujan tidak diukur secara langsung. Kedua, diperlukan studi yang mengevaluasi pengaruh suhu udara terhadap konsentrasi kedua gas polutan tersebut secara simultan dengan faktor kelembaban dan kecepatan angin, karena meskipun suhu disebut dalam literatur sebagai faktor penting, pengaruhnya belum dianalisis dalam penelitian ini. Ketiga, sebaiknya dilaksanakan penelitian jangka panjang dengan pemantauan harian selama periode lebih dari satu tahun untuk melihat pola musiman dan tren konsentrasi gas polutan, serta bagaimana kondisi atmosfer stabil atau tidak stabil memengaruhi dispersi NO2 dan SO2 di kawasan industri dan pemukiman. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dan memberikan data lebih komprehensif untuk kebijakan pengendalian pencemaran udara yang lebih efektif.

Read online
File size375.14 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test